SUNGAI APIT, riaueditor.com – Intensitas hujan
yang tinggi merendam sebagian besar wilayah perkebunan, tak terkecuali
di Kabupaten Siak. Sejumlah petani terpaksa alih profesi demi menyambung
hidup.
Seperti nasib petani karet di Kecamatan Sungai Apit dimana sebagian
besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet. Akibat banjir dan
curah hujan tinggi aktifitas petani karet di daerah ini jadi terhenti.
Salah seorang petani karet, Agus warga Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan
Sungai Apit, kepada wartawan Ahad (8/12) kemarin mengaku, tingginya
curah hujan memaksa dirinya berhenti menyadap karet, “Bila dipaksakan
juga dampaknya akan mubazir saja, karena tempurung tempat menampung air
sadapan karet akan dipenuhi oleh air, bukannya getah,“ katanya.
“Daripada menganggur, saya dan rekan-rekan memilih jadi kuli bangunan,” ungkap Agus.(Ad)