BPBD Ungkap Kebakaran Lahan Perusahaan di Riau

Kapolda Riau Janji Menyusul
Redaksi Redaksi
BPBD Ungkap Kebakaran Lahan Perusahaan di Riau
ist.net
PEKANBARU,riaueditor.com- Kebakaran lahan yang terjadi di Riau belakangan ini mulai terkuak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mulai mengungkapkan ribuan hektar karhutla yang terjadi dalam konsesi perusahaan-perusahaaan-perusahaan besar di Riau.

Mesti begitu, tidak membuat Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum harus tegas dan tanggap dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan yang terdapat di dalam areal perusahaan perkebunan dan HTI yang mencapai ribuan hektar tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Drs H Said Saqlul Amri MSi SE kepada oketimes.com mengatakan, total luas lahan yang terbakar per 27 Februari 2014 tercatat seluas 6.386,25 hektar.

"Di kabupaten Meranti lokasi lahan yang terbakar yakni lahan masyarakat seluas kurang lebih 1.889 hektar, Areal Konsesi IUPHHK-HTI PT Nasional Sago Prima seluas kurang lebih 1.200 hektar, Areal konsesi IUPHHK-HTI PT Sumatera Riang Lestari (PT SRL) seluas kurang lebih 8,03 hektar, Areal konsesi IUPHHK-HTI PT RAPP seluas kurang lebih 35 hektar, Areal konsesi IUPHHK-HTI PT Perkasa Baru seluas kurang lebih 7 hektar dan kawasan hutan seluas kurang lebih 40 hektar," kata Said Saqlul Jum'at (28/2) di Posko Penanggulangan Bencana di Markas TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Hadir juga Ketua Incident Commander (IC) Danrem 031/Wb Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum dan pengusaha tionghoa dari pihak perusahaan.

Sementara itu, lanjut Said Saqlul menjelaskan, Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu belum ada terdata.

"Dumai ada lahan yang terbakar luasnya sekitar 92 hektar dengan objek lahan kosong, kayu mahang semak belukar dan kelapa sawit. Di Bengkalis sebanyak 1.310,3 hektar dengan objek PT SRL Rupat, kawasan hutan masyarakat, lahan masyarakat dan tanah Pemda. Untuk di Siak, lokasinya Desa Tasik Betung Bancah Umbai dan Olak dengan luas 376,5 hektar objek konsesi PT Arara Abadi-Sinar Mas Group dan Kabupaten Pelalawn itu lahan yang terbakar seluas 2.040,45 hektar," terangnya.

Ditempat yang sama, Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum kepada wartawan menjelaskan bahwa dirinya berjanji akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti yang kuat terkait perusahaan.

"Kita tidak ada niat untuk menutupi kasus kebakaran lahan milik perusahaan. Tapi percayalah, kita akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait perusahaan itu. Oleh sebab itu, dalam masalah kebakaran lahan ini kita juga minta datangkan saksi ahli dari IPB Bogor," kata Kapolda.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan penyelidikan terkait 7 kasus kebakaran lahan. Itu termasuk lahan milik perusahaan dan masyarakat.

"Untuk PT NSP kita juga masih melakukan penyelidikan. Siapapun yang terlibat dalam kasus kebakaran lahan ini, yang pasti akan kita selidiki apakah itu perusahaan dan masyarakat," kata Kapolda.

Ditambahkannya, hingga saat ini ada 26 tersangka pelaku pembakar lahan. Para tersangka dilakukan pemeriksaan di masing-masing di Polres setempat.

"Baru 26 orang yang kita tetapkan tersangka dalam kasus kebakaran lahan. Proses hukumnya tetap dilakukan di masing-masing Polres," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Andri Wibowo saat dihubungi oketimes.com melalui pesan singkatnya menjelaskan belum ada tambahan tersangka pembakaran lahan dan hutan di Bengkalis.

"Saat ini ada 10 orang tersangka yang sudah kita amankan di Polres Bengkalis. Motifnya membuka lahan untuk buat areal kebun sawit," jelasnya.

(vila/oketimes)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini