BNPB Petakan Karlahut di Riau

Redaksi Redaksi
BNPB Petakan Karlahut di Riau
humas riau
BNPB Petakan Karlahut di Riau
PEKANBARU, riaueditor.com - Sehari setelah penetapan Status Siaga Darurat Kebakaran lahan dan Hutan (Karlahut) di Provinsi Riau, Kepala Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Selasa (8/3/2016) langsung melakukan kunjungan ke areal yang terbakar di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memetakan bantuan jenis apa yang dibutuhkan Provinsi Riau dalam mengatasi karlahut.

Kunjungan Willem Rampangilei ke lokasi karlahut tersebut turut didampingi Pangdam/ I Bukit Barisan, Plt Gubernur Riau, Danrem, Kapolda Riau, BPBD Riau, Kepala Badam Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, dan sejumlah instansi terkait. Pemantauan areal karlahut tersebut menggunakan tiga helikopter.

Dari hasil peninjauan areal kebakaran maka BNPB akan memberikan bantuan berupa helikopter dan TMC. Bantuan tersebut diupayakan datang ke Riau guna memodifikasi cuaca. Karena berdasarkan pantauan BMKG kawasan pesisir timur sudah sejak bulan Januari lalu mengalami kekeringan dampak perubahan cuaca.

Dari pantauan BMKG jumlah hotspot di Riau hari ini, Selasa (8/3) di Sumatera terpantau sebanyak 13 titik panas yang semuanya berada di Provinsi Riau yang tersebar di Bengkalis 11, Meranti 1, Siak 1.

Usai melakukan pantauan di daerah kebakaran, BNPB sore ini akan langsung melakukan Rapar Koordinasi dengan Pemprov Riau dan instansi terkait di VIP Lancang Kuning.

Willem Rampangilei menilai Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten kota telah berupaya dalam mengantisipasi dengan baik dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan.

Ia juga mengapresiasi penetapan Status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau karena akan memudahkan koordinasi melakukan pemadaman dan pencegahan karlahut di Provinsi Riau.

"Dengan ditetapkannya Status Siaga Darurat oleh Riau maka Pemerintah Pusat melalui BNPB memiliki dasar hukum untuk memberi bantuan sebuah pendampingan, Pemerintah Pusat akan mudah memberikan bantuan kapasitas yang tidak dimiliki oleh daerah," ujar Willem Rampangilei, di Pekanbaru.

Ia mengatakan saat ini di Riau sudah ada 3 helikopter yang standby yang bisa digunakan untuk patroli dan water booming. "Tiga helikopter ini memang masih kurang tapi BNPB menyiapkan heli apabila diperlukan setiap saat bisa dioperasikan," ujarnya lagi.

Sementara itu untuk saat ini pihaknya memang belum menambah personil untuk memadamkan karlahut di Riau karena aset dan personil di Riau dinilai masih cukup. "Apabila kapasitas daerah tidak cukup baru akan diback up oleh pusat termasuk dari TNI dan Polri," ujar Willem Rampangilei.***

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini