Antisipasi Karhutla Dishut Tambah 7 Posko

Redaksi Redaksi
Antisipasi Karhutla Dishut Tambah 7 Posko
PEKANBARU, riaueditor.com- Dinas Kehutanan (Dishut) Riau saat ini memiliki 5 posko antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Namun karena saat ini Riau memasuki musim kemarau, Pemprov kembali akan menambah 7 posko dikabupaten/kota dalam mengantisipasi Karhutla tersebut.

"Alhamdulilah titik api di Riau kini berkurang,karena tim Karhutla juga sudah mengantisipasi titik api seperti water boming dan untuk mengurangi titik api tesebut kita akan menambah 7 posko dalam mengantisipasi Karhutla," kata Kepala Dishut Riau, Irwan Effendi, Jumat (27/6).

Ia juga menyebutkan penambahan posko tersebut dibuka di daerah rawan karhutla. Dirinya juga mengaku selama ini pihaknya sudah memiliki 4 posko pengawasan diberbagai daerah. "Keempat posko yang sudah ada tersebut terletak di Bagan Sinembah (Rohil), Pelintung (Dumai, red), Bukit Batu (Bengkalis,red) dan Pelalawan. Keempat posko tersebut kata Irwan, sangat efektif mencegah terjadinya Karhutla," tuturnya.

Diakuinya, saat ini Karhutla di Riau justru terjadi dikawasan lainnya. Untuk itu pihaknya meminta pihak swasta (perusahaan, red) untuk membuat 7 posko tambahan bersifat mobile di Kabupaten/ kota yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

"Kita ini fungsinya pencegahan, dan kita sudah memiliki 4 posko di beberapa titik. Tetapi itu masih kurang, karena area yang terbakar ini cukup luas. Karena itu kita bekerjasama dengan swasta untuk menambah 7 posko lagi, jadi nanti swasta yang bangun," jelasnya.
Dijelaskan Irwan, Karhutla saat ini sebenarnya tidak perlu terjadi, apabila semua pihak terkait ikut mengawasinya. "Kami tidak pernah melakukan pembiaran, tetapi pengawasan ini kan harus dilakukan semua pihak," tukasnya. (dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini