Anggaran PKH Meranti Telan Anggaran Rp6 miliar Untuk 9 Kecamatan

Redaksi Redaksi
Anggaran PKH Meranti Telan Anggaran Rp6 miliar Untuk 9 Kecamatan
azw
Pelaksanaan Program PKH di Kabupaten Kepulauan Meranti
SELATPANJANG, riaueditor.com - Guna memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, Program Keluarga Harapan (PKH) yang dibawa tim PKH Provinsi Riau disambut baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

" PKH Privinsi telah memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada PKH kota Sagu. Diharapkan PKH Kota Sagu lebih giat dalam mendata warga miskin dan dapat keluar perangkap kesulitan ekonomi,"  demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kepulauan Meranti, H Izhar kepada riaueditor.com, Rabu (21/10).

Menurut Izhar, tim PKH Provinsi Riau telah menyerahkan Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut untuk di beberapa Kecamatan. Program ini sudah digelar sejak akhir Juli 2015 dan masih akan berlanjut hingga sekarang dengan tim PKH Provinsi Riau. "PKH Riau terus memeberikan dorongan agar PKH Meranti mampu menjadi yang lebih baik dari Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Riau," jelas Izhar.

Menurut Izhar, jumlah dana PKH untuk Kepulauan Meranti tahun 2015 ini untuk 9 Kecamatan bakal telan anggaran Rp6 miliar lebih. Penyerahan diawali di Kecamatan Merbau pada 28-29 Juli lalu. Dengan jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak Rp594 juta lebih.

" Menyusul di Kecamatan Pulau Merbau dengan jumlah bantuan Rp669 juta lebih, Tasik Putri Puyu Rp528 juta lebih, Tebingtinggi Rp1,137 miliar, Tebingtinggi Barat Rp526 juta lebih,

Rangsang Barat Rp472 juta lebih, Rangsang Pesisir Rp982 juta lebih, Rangsang Rp538 juta lebih akan diserahkan pada 12 Agustus serta untuk PKH Tebing tinggi Timur akan diserahkan 13 Agustus dengan nilai sebesar Rp726 juta lebih," ungkapnya.

Diungkapkan Izhar, total seluruhnya bantuan Pemerintah Pusat dalam hal ini melalui Kemensos RI tahun 2015 berjumlah Rp6.177.225.000.00. Ada lima komponen MDGs yang didukung melalui PKH, yakni pengurangan penduduk miskin dan kelaparan. Pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan gender,  pengurangan angka kematian ibu dan balita.

" Bantuan Pemerintah ini akan terus diberikan namun juga terus dipantau melalui pendaping PKH yan telah dibentuk. Dan jika masyarakat miskin itu telah keluar dari belenggu kemiskinan tersebut maka bantuan tidak akan diberikan lagi. Bantuan ini sifatnya juga untuk mendorong masyarakat miskin bisa keluar dari berbagai persoalan kesulitan yang dihadapi. Seperti bidang pendidikan dan kesehatan. Kita yakin jumlah peserta PKH ini ke depan akan semakin berkurang, seiring dengan gencarnya program pengentasan kemiskinan tersebut," tutur Izhar lagi. (azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini