Warga menunjukan Ular Sendok Jawa atau Kobra Jawa (Naja sputatrix). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)4. Bengal Barat, India
Kawasan Bengal Barat menjadi habitat bagi kawanan Ular Common Krait yang berbisa.
Setiap tahunnya ada saja berita mengenai jatuhnya korban jiwa di India yang diakibatkan gigitan ular ini.
5. Mannar, Jaffna, dan Mullaitivu, Sri Lanka
Provinsi di utara Sri Lanka ini merupakan rumah bagi kawanan Ular Saw Scaled, yang disebut sebagai ular paling berbahaya se-Asia Tenggara.
Yang mengkhawatirkan, kawanan ular ini banyak ditemukan di sekitar kawasan pemukiman di sini.
Ular pemarah ini sangat mudah merasa terganggu dan dapat langsung menyengat musuhnya.
Bisa ular ini bisa mengakibatkan korban mengalami pendarahan hebat dan sakit di sekujur badan.

Seorang pecinta reptil memperlihatkan Ular Ball Phyton (Phyton regius). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
6. Florida, Amerika Serikat
Ular Eastern Diamondback banyak ditemukan di kawasan ini. Jika biasanya ular berbisa bertubuh kecil, maka tidak dengan ular ini.
Ular Eastern Diamondback bisa tumbuh sepanjang 1,8 meter dengan berat hingga 5kg.
Walau memiliki derik di ekornya, namun ular ini biasanya menyerang musuhnya dalam senyap.
Pada tahun 2013 pernah ada kasus bocah berusia 11 tahun yang harus disuntik 80 botol penawar racun setelah digigit ular ini.
7. Sumatera, Indonesia
Di jantung hutan Sumatera, hiduplah kawanan Ular Blue Coral Snake yang memiliki bisa beracun.
Jika dalam waktu setengah jam belum mendapatkan pertolongan, korban yang digigit ular ini bisa langsung meninggal dunia.
Ular yang bisa tumbuh hingga 1,8 meter ini gemar bersembunyi di bawah dedaunan.
Selain Ular Blue Coral Snake, Sumatera juga menjadi habitat kawanan Ular Paradise Flying, yang bisa meloncat terbang untuk mematuk mangsanya.
(cnnindonesia.com)