300 Personil TNI Akan Ditugaskan di Mandau, Bukit Batu dan Rupat

Redaksi Redaksi
300 Personil TNI Akan Ditugaskan di Mandau, Bukit Batu dan Rupat
bsm
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mencoba alat pemantau Karhutla ketika meninjau Pos BPBD-Damkar di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, belum lama ini.
BENGKALIS – Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hingga saat ini Bengkalis nol titik api. Informasi ini disampaikan Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPPD Damkar) Kabupaten Bengkalis, Suiswantoro, Rabu (16/9).

"Artinya, setidaknya dalam tiga hari belakangan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, sama sekali tidak terdeteksi adanya kebakaran lahan dan hutan di kabupaten Bengkalis," kata Suiswantoro.

Meskipun tidak ada titik api, saat ini beredar informasi bahwa ada sekitar 3 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 300 prajurit TNI yang akan ditempatkan pemerintah pusat di kabupaten Bengkalis untuk membantu penanganan Karlahut.

Walau belum diketahui jumlah pasti personilnya, ke-3 SSK TNI tersebut dikabarkan bakal ditempatkan di Mandau, Bukit Batu dan Rupat. Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri, membenarkan informasi tersebut.

"Tadi ketika bincang-bincang dengan Kepala BPBD Damkar, M Jalal sehabis mengikuti rapat di Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, beliau memang ada menyinggung hal itu. Namun karena pembicaraan tentang hal itu hanya sepintas, untuk informasi lebih jelasnya sebaiknya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan," saran Johan.

Terlepas dari itu, usaha mengatasi Karlahut di Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dengan melibatkan bantuan militer, dinilai tak efektif. Menurut Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Nurendi, bantuan dari pusat itu tak terlalu dibutuhkan.

Hal ini mengingat prajurit TNI Angkatan Darat yang ada di Riau saat ini sudah sangat memadai dan mampu mengatasi Karlahut yang ada.

"Bantuan prajurit ini saya rasa tidak efektif, mau kerja apa nanti mereka di Riau? Sementara prajurit kita saja sudah cukup untuk mengatasi persoalan kebakaran ini. Lebih baik pimpinan di pusat mengerahkan prajurit di provinsi tetangga yang lebih membutuhkan, Itu menurut saya," ungkapnya.

Dijelaskan Nurendi, anggota TNI dan Polri di Riau saja saat ini sudah sangat memadai, bilamana dibutuhkan untuk membantu pemadaman titik api.

"Dari Brimob ada 2 SSK, TNI AD ada 2 SSK. Ditambah dengan Kowil seluruhnya kurang kebih ada 3.000 pasukan di 12 kabupaten/kota," sebut Nurendi, sebagaimana dipublikasikan sejumlah media online.(bsm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini