20 Hotspot Terdeteksi di Riau, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis

Redaksi Redaksi
20 Hotspot Terdeteksi di Riau, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis
Tim melakukan pemadaman karhutla di Bengkalis.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Sudah 2 hari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) daerah setempat berjibaku memadamkan 25 hektare lahan yang terbakar.

Upaya petugas dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan pun tidak mudah. Terlebih, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dan vegetasinya terdiri dari akasia dan semak belukar.

Terpaan angin kencang, cuaca panas terik hingga kepungan kepulan asap pekat, tak membuat petugas surut semangat dalam melakukan pemadaman.

Petugas tetap berupaya maksimal sekuat tenaga untuk memadamkan api dan mengantisipasi kebakaran yang semakin meluas.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, kebakaran lahan terjadi sejak Sabtu (18/3/2023) kemarin.

"Ini sudah masuk hari kedua upaya pemadaman, hingga kini masih berlangsung," ujarnya, Ahad (19/3/2023).

Sunarto menguraikan, tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman terdiri dari Polres Bengkalis dan Polsek Bantan 55 personel, Kodim 0303 Bengkalis dan Koramil Bengkalis 20 personel, BPBD Bengkalis 20 personel, Damkar Bengkalis 23 personel dan MPB 50 orang.

Proses pemadaman dilakukan dengan cara manual. Membawa mesin pompa penyemprot air ke lokasi.

Disebutkan Pamen tiga melati di pundak ini, petugas juga dibantu alat berat untuk membuat sekat supaya api tidak merembet hingga lebih luas lagi.

"Dengan menempuh jalur darat, tim membawa 10 mesin pompa air air, 25 selang, 10 nozzle, dan 1 alat berat ekskavator," tutur Kombes Sunarto.

Dia mengungkapkan, lokasi kebakaran sulit dijangkau. Tidak ada akses jalan menuju ke sana. Maka dari itu, petugas terpaksa membabat semak belukar dan tumbuhan lainnya demi membuat jalan masuk menuju lokasi Karhutla.

Ditambah lagi, angin kencang, cuaca panas terik, lahan berkontur gambut serta kayu akasia dan semak belukar yang mudah terbakar, membuat petugas harus bekerja ekstra dalam melakukan pemadaman.

Saat ini sebagian besar kawasan yang terbakar, sudah dapat dipadamkan. Luasan area yang terbakar juga dapat diminimalisir.

"Petugas akan berada di lokasi sampai pendinginan dan dapat dipastikan api sudah benar-benar padam," pungkas Kombes Sunarto.

20 Titik Api di Riau

Sementara, update monitoring titik panas (hotspot) yang dirilis Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Riau Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II pukul 16.00 WIB hari ini, terpantau 20 titik panas.

Keseluruhannya dengan level confidence sedang atau kuning, antara 30-79 persen. Sebanyak 20 kotspot tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 1 titik, Pelalawan 3, Kampar 1, Siak 1, Indragiri Hilir 3, Dumai 1 titik dan terbanyak Bengkalis 10 titik panas.

Di Sumatera sendiri terdapat 42 titik panas yang tersebar di 7 provinsi. Riau terbanyak dengan 20 titik.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini