Kepala BNPB, Dukung Penindakan dan Pencegahan Satgas Karhutla Riau

Redaksi Redaksi
 Kepala BNPB, Dukung Penindakan dan Pencegahan Satgas Karhutla Riau
riaueditor.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Meningkatnya hot spot (titik api) dan lokasi yang terbakar di wilayah Riau khususnya di wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Dumai merupakan dampak dari cuaca panas pada jelang puncak musim kemarau.

Kondisi kebakaran yg terjadi di lahan gambut tersebut mengakibatkan munculnya asap yang cukup tebal walaupun api sudah berhasil dipadamkan oleh satuan Darat dan Udara yang merupakan bagian dari Satgas Karhutla Riau dibawah pimpinan Dansatgas Brigjen TNI Nurendi, M Si(Han) yg juga menjabat sebagai Komandan Korem 031/WB. 

Penanggung jawab Satgas Karhutla Riau adalah Gubernur Riau yang menerbitkan Surat Keputusan dibentuknya Satgas Karhutla tersebut setelah Gubernur menyatakan status siaga darurat Karhula di wilayah Riau.

Semakin meluasnya sebaran kabut asap sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura, dapat terjadi apabila arah angin bertiup ke arah ke dua Negara tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka Kepala BNPB Willem Rampangilei datang ke Riau untuk memantau kondisi tersebut secara langsung.

Dalam penyampaian evaluasi pada rapat evaluasi Satgas Karhutla di Posko Satgas Karhutla Riau di Lanud Rusmin Nuryadin, kepala BNPB Willem Rampangilei menyampaikan akan mendukung pelaksanaan penindakan dan pencegahan yang sudah dilaksanakan oleh Satgas Karhutla Riau sejak dinyatakan status Siaga Darurat oleh Gubernur Riau pada tgl 7 Maret 2016.

Pengerahan kekuatan pasukan tambahan sebanyak 2 SSK akan segera di turunkan oleh Pangdam I/BB dengan menggunakan kekuatan pasukan Kodam di luar pasukan yang berada dibawah kendali langsung Korem 031/WB.

Disamping itu BNPB juga akan menambah dukungan heli Water Boombing sebanyak 2 unit yang akan digeser dari wilayah Sumsel dan menambah peralatan mini striker dan perlengkapan perorangan berupa baju dan sepatu anti api. Demikian pernyataan yang disampaikan langsung oleh Kepala BNPB.

Kepala BNPB juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk meminta pengerahan satu unit heli MI-17 yang akan digunakan untuk menggeser prajurit TNI ke lokasi terbakar dan rawan terbakar yang sulit dijangkau dengan kendaraan darat.

Pasukan tersebut akan didrop dengan sistem operasi mobilisasi udara, diturunkan di lokasi dengan segala perlengkapannya dan selanjutnya berbivak dislokasi tersebut sampai batasan waktu yang ditentukan. Dengan demikian, tidak akan ada lagi lokasi terbakar yang tidak dapat diatasi dengan cepat.

Penempatan pasukan TNI di lokasi rawan terbakar yang sulit dicapai dengan kendaraan darat dan berbivak di lokasi tersebut merupakan rencana yg pernah disampaikan oleh Dansatgas Karhutla dengan istilah sebutan posko titik kuat dan sudah dituangkan dalam naskah Konsep pencegahan Karhutla yg ditandatangani oleh seluruh pejabat Forkopimda Riau.

"Pasukan yg ditempatkan di posko titik kuat yang lokasinya ditentukan oleh Dansubsatgas (Dandim) dan Dansekror (Danramil) bertugas melaksanakan patroli, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan. Pasukan tersebut juga bertugas utk melaksanakan pemantauan dan pemadaman secara cepat apabila di wilayah sektor tanggung jawabnya terjadi kebakaran", demikian pernyataan yang pernah disampaikan Brigjen TNI Nurendi, M.Si(Han) selaku Dansatgas Karhutla Riau pada saat melaksanakan sosialisasi di wilayah Kabupaten dan Kota.

Sayangnya konsep tersebut belum dapat dilaksanakan secara optimal karena Satgas belum menerima dukungan anggaran pengerahan pasukan. Seandainya dukungan tersebut ada, mungkin kondisi saat ini dapat dicegah.

Semoga saja penyampaian kepala BNPB untuk mendukung pengerahan pasukan tersebut pada rapat evaluasi dapat segera direalisasikan sehingga kegiatan penindakan dan pencegahan dapat dilaksanakan secara optimal. (rls)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini