Redaksi Redaksi
Ilustrasi.(Foto: Dok)

PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Sabtu pagi (24/10/2026) masih berada di angka tiga ribuan. Update monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pukul 07.00 WIB, terpantau 3.224 hotspot.

Masih seperti sebelumnya, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terbanyak dengan 1.874 titik. Jambi 586, Bangka Belitung 518, Lampung 216, Bengkulu 11, Sumatera Barat 3, Kepulauan Riau 2.

Sedangkan Provinsi Riau yang beberapa hari lalu sempat nihil hotspot, perlahan berangsur naik hingga 14 titik panas pagi ini yang keseluruhannya di level confidence sedang.

Untuk kualitas udara di Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, sejak Kamis kemarin konsisten di level tidak sehat indikator kuning dengan konsentrasi Particulat Mattet (PM 2,5) di bawah 150 Ųg/m³.

Pukul 08.00 WIB pagi ini, kobsentrasi PM 2,5 di Pekanbaru terpantau di angka 55 Ųg/m³, sedikit di atas level sedang.

BMKG menjelaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di selatan Sumatera, sangat berkontribusi pada kondisi kabut asap yang terjadi di Riau saat ini. Angin yang dominan bertiup dari arah tenggara, membawa partikel-partikel asap dari wilayah selatan Sumatera.

Adanya tekanan tinggi di wilayah selatan khatulistiwa, membuat angin bertiup ke arah utara menuju Riau. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang.

Secara nasional, kebakaran parah yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan dan Jambi sejak 2 bulan lalu sangat mengkhawatirkan. Konsentrasi PM 2,5 di dua wilayah tersebut konsisten bertengger di atas 500 m³ kategori berbahaya, bahkan beberapa hari sempat terpantau di angka ribuan.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini