Perdana, Wanita Muslim Berhijab ‘Unjuk Gigi’ di Ajang Masterchef Kanada

Redaksi Redaksi
Perdana, Wanita Muslim Berhijab ‘Unjuk Gigi’ di Ajang Masterchef Kanada
(Foto:Aboutislam)
Wanita berhijab di MasterChef Kanada

SEORANG wanita lulusan teknik biomedis dari Ryerson University akan menjadi kontestan muslim berhijab pertama di ajang Masterchef Kanada musim ini, yang akan dimulai pada April 2018.

Seperti dilansir About Islam, Senin (26/3/2018) wanita berhijab bernama Reem Ahmed itu mengatakan ia ingin mengikuti ajang tersebut untuk menghapus kesalahpahaman bahwa wanita Muslim itu tidak bisa apa-apa.

"Guna menghapus kesalahpahaman itu, kita harus sepenuhnya terlibat dimasyarakat dan menghilangkan kesalahpahaman yang mengerikan tentang Muslim pada umumnya, dan wanita Muslim pada khususnya," kata Reem Ahmed kepada The Eyeopener.com.

Ahmed, yang lulus dari Ryerson pada tahun 2015, adalah salah satu dari 21 top koki yang berpartisipasi di Masterchef Kanada musim ini. Ia merasa selama ini banyak orang yang meragukan kemapuan wanita berhijab bekerja dalam banyak bidang, oleh sebab itu ia ingin sekali membuktikannya.

"Awalnya banyak orang yang skeptis, tapi saya yakin setiap pencapaian yang dilakukan atas dasar bidang yang disukai, itu akan menunjukkan kepada semua orang tentang kemampuan Anda, maka setelah itu akan banyak orang yang memberi dukungan,” katanya.

Sebagai lulusan teknik, Ahmed merasa ketangguhan mentalnya adalah modal untuk mengikuti kompetisis tersebut. Dalam kompetisi masak, kekuatan mental amat dibutuhkan. Ia sangat senang jika nantinya bakat memasak ini bisa mengantarkannya menjadi seorang chef. Beralih dari seorang insinyur menjadi chef itu bukan sesuatu yang berat.

"Selain saya menikmati apa yang saya lakukan, itu tidak benar-benar berbeda. Banyak keterampilan analitik dan penalaran yang dipelajari di bidang teknik berlaku dalam urusan memasak-memasak dan itu benar-benar membantu saya,” paparnya.

Minat Ahmed dalam bidang memasak bermula ketika ia kecil sering menyaksikan ibu dan neneknya di Mesir mempersiapkan makan malam dan mengadakan jamuan. Mereka sering menyajikan resep khas keluarga. Dia mulai memasaknya setelah menikah dengan mencoba resep tradisional warisan nenek dan ibunya.

"Nenek dan ibu saya sering mengundang orang dan menghidangkan makanan yang enak-enak. Sangking enaknya saya ingin makan lagi dan lagi, kemudian terpikir ingin sekali bisa membuat masakan ibu sendiri,” jelasnya.

Saat ini impian Ahmed tidak sampai hanya di kontes memasak ia berencana ingin melanjutkan dan mengembangkan karier di bidang masak. "Saya berharap bisa membuka restoran sendiri yang disebut 'The Pyramid' dan mungkin suatu hari saya punya acara memasak sendiri," katanya.

Meski ia adalah wanita berhijab pertama yang mengikuti kompetisi masak di Kanada, tapi Ahmed bukanlah kontestan Muslim pertama di seluruh dunia. Di Inggris, Nadiya Hussain, muslim berhijab pernah memenangkan Great British Bake Off TV pada tahun 2015.

Pada tahun 2017, seorang Muslim lainnya, Saliha Mahmood-Ahmed, seorang dokter, memenangkan penghargaan di Masterchef UK.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini