Gadis-Gadis Cantik Pendulang Suara di Pilkada Semarang

Redaksi Redaksi
Gadis-Gadis Cantik Pendulang Suara di Pilkada Semarang
Mustholih/Okezone
Gadis-gadis cantik pendulang suara di Pilkada Semarang.
SEMARANG -- Sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang menetapkan tiga peserta pasangan calon Wali Kota Semarang, kehadiran mereka memang sudah menyita perhatian. Gara-gara mereka, pengumuman pasangan calon Wali Kota Semarang ketika itu menjadi lebih hidup dan bergairah.

KPU Kota Semarang mengumumkan peserta calon Wali Kota pada 24 Agustus 2015 di Gedung Balai Kota Semarang. Pasangan calon yang bakal berebut kursi Wali Kota Semarang adalah Soemarmo-Zuber Safawi dari Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Kemudian pasangan Hendrar Prihadi-Heverita dari PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem, serta pasangan Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Golongan Karya, dan Partai Amanat Nasional.

Pada masa penetapan itu, masing-masing pendukung pasangan calon sudah perang kampanye sedemikian heboh. Dan, perang kampanye itu menjadi lebih bergairah dengan kehadiran puluhan gadis berparas cantik. Ya, mereka yang dimaksud adalah puluhan gadis berparas cantik.

Gadis-gadis berusia antara 20 sampai 25 tahun ini turut menjadi suporter salah satu pasangan calon. Merujuk dari kaos yang dikenakan, mereka sudah jelas berasal dari barisan pendukung Sigit-Agus. Gadis-gadis jelita itu mengenakan kaos putih berlogo huruf S simbol pahlawan super dari Amerika, Superman.

Kehadiran mereka bukan hanya saat penetapan Sigit-Agus sebagai calon Wali kota Semarang, ketika kampanye pun, gadis-gadis cantik ini ikut bergerilya menggalang dukungan. Mereka membagi-bagi brosur ke warga Kota Semarang yang berisi ajakan untuk memilih Sigit-Agus.

Salah satu dari mereka, Yusi Sofie mengaku senang bisa ikut serta dalam kampanye salah satu calon. "Asyik juga. Karena ramai-ramai banyak anak muda di sini," kata Yusi menggambarkan perasaannya ikut kampanye di Semarang, beberapa waktu lalu.

Yusi tidak sendirian. Dia mengajak lima temannya untuk turut bergabung bekerja mendongkrak popularitas Sigit-Agus. Gadis cantik lain, Nuris Nuraysiah, (21), bahkan mengajak 12 temannya untuk ikut berkampanye demi Agus. "Saya pas di Balai Kota kemarin juga datang," terang Nuris.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Pemenangan Sigit-Agus, Joko Santoso, menyatakan gadis-gadis cantik itu merupakan kader Gerindra dari Sayap Satria (Satuan Relawan Indonesia Raya) dan Tidar (Tunas Indonesia Raya). "Kita pakai sayap partai Gerindra, Satriadan Tidar," ujar Joko dalam pesan singkat.

Joko juga membantah kabar kalau gadis-gadis itu disewa dengan honor per bulan sesuai upah minimum Kota Semarang. "Wow, isu itu. Namanya relawan hanya dikasih uang transport saja. Apalagi ada gaji segala, jauh dari itu. Ini juga dalam rangka pengembangan sayap kita," tegas Joko. (ris)


(ful/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini