Wisuda 35 hafiz/ah 1-10 juz Yayasan Madani Nusantara Bengkalis

Redaksi Redaksi
Wisuda 35 hafiz/ah 1-10 juz Yayasan Madani Nusantara Bengkalis
der/riaueditor.com
Wisuda 35 hafiz/ah 1-10 juz Yayasan Madani Nusantara Bengkalis.

BENGKALIS, riaueditor.com - Bupati Bengkalis mewisuda 35 hafiz/ah 1-10 juz Yayasan Madani Nusantara Bengkalis pada Selasa (16/5) sore di halaman Masjid Darul Huda Desa Sungai Alam.Wisuda hafiz ke-3 ini dirangkai dengan pelepasan kader ulama dan guru hafiz Qur'an ke pesantren Jawa tahun 2017.

Hadir dalam acara ini selain Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Arianto, ketua MUI H Amrizal Isa, juga turut hadir anggota DPRD Irmi Syakip Arsalan, Kapolsek Bengkalis AKP Syafril Thalib, Pj. Kades ​Sungai Alam, dan sekitar 300an undangan yang sebagian besarnya adalah orang tua santri.Ketua yayasan Suyendri dalam sambutannya mengatakan,

"Membangun manusia itu sulit sekali butuh waktu panjang dan lama. Semoga mereka istikomah dan balik kembali mengabdi di Negeri Junjungan. Mereka disekolahkan​ dengan biaya para dermawan, 2 orang yang saat ini berada di Jawa, 100% biayanya dari donatur. Alhamdulillah, 1 orang anak yatim dari Desa Pematang Duku diantara 8 orang yang akan berangkat, biaya sepenuhnya ditanggung donatur, selain itu ada biaya sendiri," kata Ustadz Suyendri.

Atas pelaksanaan wisuda hafiz/ah ini, Bupati Bengkalis menilai kegiatan strategis ini sebagai upaya membumikan Kalam Ilahi di Bengkalis. Beliau memberikan penghargaan kepada para guru yang konsisten, ikhlas, dan Istiqomah dalam mengajar untuk mewujudkan gerakan 1.000 generasi Qurani sehingga mampu menjaga dan memelihara kemurnian Al-Quran.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya atas program pengiriman kader ulama dan guru hafiz Quran ke pesantren di Jawa. Ini merupakan langkah maju dan tepat dalam meningkatkan kualitas SDM kader ulama dan guru hafiz Quran di Bengkalis. Kami berharap setelah pulang nanti, para kader ini mau menularkan ilmunya kepada kader yang lain," kata Bupati Bengkalis dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Bengkalis H Arianto Selasa (16/5).

Bupati mengaku di era globalisasi ini, umat Islam dihadapkan berbagai pengaruh negatif dan aliran sesat serta paham-paham ekstrim seperti pengaruh narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, juga LGBT. Semuanya berusaha merusak tatanan kehidupan dan akidah umat Islam.

"Salah satu upaya untuk membentengi anak-anak kita adalah dengan mengantarkan mereka belajar ke pondok atau rumah Tahfiz Qur'an yang ada di daerah kita ini seperti ke Yayasan Madani Nusantara yang dikelola oleh Ustadz Suyendri ini. Selain itu, dengan menghidupkan gerakan Magrib Mengaji di rumah masing-masing minimal satu hari satu halaman," ajak Bupati.

Bupati memandang tantangan yang dihadapi para ulama hari ini semakin berat, besar, dan kompleks. "Dikatakan berat karena tugas ini memerlukan berbagai daya dan upaya, serta sungguh-sungguh melaksanakannya. Dikatakan besar karena cakupannya di sektor yang banyak, dan dikatakan kompleks karena antara satu masalah dengan masalah lainnya saling terkait," terang Bupati Bengkalis.

Bupati optimis, para ulama akan mampu menjalankan tugas yang tidak ringan ini sebab peran dan tugas ulama tak bisa tergantikan dalam membangun akidah dan moralitas masyarakat.

Diakhir sambutannya, Sekda Bengkalis akan memberikan sesuatu yang tak bisa disebutkan setiap bulannya. Seyogyanya beliau memimpin rapat di Bappeda Bengkalis, tetapi lebih memilih hadir di acara tersebut.

"Pak Suyendri tetaplah penuh semangat dalam berjuang," pinta H Arianto.(der)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini