RSUD Teluk Kuantan Tahun 2025 Transformasi Layanan Kesehatan

Redaksi Redaksi
RSUD Teluk Kuantan Tahun 2025 Transformasi Layanan Kesehatan
RSUD Teluk Kuantan.(Foto: RA)

KUANSING - Transformasi atau perubahan bentuk peningkatan layanan RSUD Teluk Kuantan tahun 2025 akan menjadi fokus utama manajemen, dari yang bersifat manual ke sistem elektronik atau digital, hal ini dirancang untuk memastikan meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kepada pasien terlayani dengan baik sesuai standar layanan

Transformasi kapasitas RSUD Teluk Kuantan Ini direncanakan mulai 1 Juli 2025, dengan target seluruh fasilitas beroperasi penuh pada 2026.

Transformasi ini juga bertujuan untuk pengelolaan data pasien yang lebih baik, peningkatan kepuasan pasien, dan efisiensi operasional rumah sakit

Direktue RSUD Teluk Kuantan dr. Benny Antomi kepada media riaueditor.com Senin,23/6/2025 mengatakan bahwa transformasi menuju digital merupakan keniscayaan bagi tata kelola rumah sakit ke depan. Karena itu seluruh karyawan RSUD Teluk Kuantan harus siap untuk menghadapi perubahan ini.

Ini termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).Transformasi ini bertujuan untuk pengelolaan data pasien yang lebih baik, peningkatan kepuasan pasien, dan efisiensi operasional rumah sakit ini termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

"Perubahan sistem manual ke sistem digital harus diikuti dengan SDM yang digital. Artinya SDM yang ada harus melakukan tranformasi digital elektronik,” ungkap Benny

Melalui sistem pelayanan digital ini diharapkan akan memudahkan pelayanan, lebih efisien, dan tidak mempersulit pelayanan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemberi pelayanan serta penerima pelayanan.

Selain itu, layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas RSUD Teluk Kuantan juga dilengkapi fasilitas modern seperti laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih. Hal ini bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan.

Meski demikian, dr. Benny Antomi mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam mewujudkan Transformasi ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, RSUD Teluk Kuantan kekurangan SDM baik spesialis dasar maupun spesialis dengan kompetensi khusus,

"Kami memahami tantangan ini, tetapi yakin bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pihak swasta, kekurangan tenaga medis ini dapat segera teratasi," jelas Benny

Disisi lain, RSUD Teluk Kuantan juga dilengkapi fasilitas modern seperti ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih. Hal ini bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan.

Selain menyediakan pelayanan medis yang lebih komprehensif, tetapi juga berperan sebagai penghubung dalam sistem rujukan kesehatan. Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, RSUD ini dapat mengurangi beban rumah sakit besar sekaligus mempercepat akses pelayanan bagi masyarakat.(RA)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini