Pekanbaru Diselimuti Asap, PSI Berharap Disdik Lebih Jeli Ambil Kebijakan

Redaksi Redaksi
Pekanbaru Diselimuti Asap, PSI Berharap Disdik Lebih Jeli Ambil Kebijakan
lustrasi.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Dalam dua pekan belakangan, Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap yang kian hari tampak semakin menebal. Kondisi ini pun sudah mempengaruhi kegiatan belajar mengajar para siswa di Kota Bertuah.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sendiri telah mengeluarkan edaran pada 2 Oktober lalu. Mewajibkan siswa, guru dan tendik menggunakan masker serta mengurangi kegiatan di luar ruangan. Namun kebijakan ini disebut masih beresiko terhadap kesehatan anak. Disdik diminta untuk lebih jeli dengan kondisi di Pekanbaru.

"Saya fikir, kebijakan ini masih beresiko terhadap kesehatan anak. Soal kabut asap ini tidak main-main dampaknya, kesehatan anak harus dinomorsatukan," ujar Lisbon Sitohang, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Pekanbaru, Jumat (6/10/2023).

Yang lebih rentan, kata Lisbon adalah anak usia sekolah dasar. Tentunya kebijakan untuk mereka juga harus dibedakan. Lisbon berharap jangan sampai anak-anak ini terpapar ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) karena menghirup udara yang tak sehat.

"Kita bersama tentunya ingin kesehatan dan keselamatan anak dinomorsatukan. Di satu sisi, jangan pula pendidikan dan pembelajaran terabaikan. Di sini kita minta Pemko melalui Disdik kota untuk lebih jeli," ujar Lisbon lagi.

Lagi, Lisbon meminta ada perbedaan kebijakan di setiap tingkatan jenjang sekolah. "Liburkan anak sekolah dasar, kurangi jam belajar tingkat SMP. Sedangkan SMA, kita lihat lagi seperti apa kondisinya, jika memungkinkan, tetap belajar seperti biasa, dengan catatan menggunakan masker dan tidak beraktivitas di luar ruangan," tegas Lisbon.

Kebijakan yang lebih tepat khusus untuk anak sekolah dasar, kata Lisbon adalah dengan merumahkan mereka hingga kondisi memungkinkan untuk kembali dilaksanakan pembelajaran di sekolah.

Merumahkan anak bukan berarti mereka tidak belajar. Seperti pengalaman saat Covid-19 lalu, pembelajaran baiknya dilaksanakan secara daring atau online saja.

Seperti diketahui, monitoring hotspot BMKG Pekanbaru update terakhit pukul 16.00 WIB, Kamis semalam, terpantau 1441 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Terbanyak yakni di Provinsi Sumatera Selatan 998 titik. Di Riau sendiri hanya terpantau 18 hotspot.

Sebelumnya, Pemprov Riau mengeklaim bahwa asap yang menyelimuti Pekanbaru dan beberapa kabupaten di Riau lainnya adalah kiriman dari provinsi tetangga.(Andi)


Tag:
PSI

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini