Diskes Kuansing Optimis 2024 Angka Stunting di Bawah Satu Digit

Redaksi Redaksi
Diskes Kuansing Optimis 2024 Angka Stunting di Bawah Satu Digit
Bupati Kuansing Suhardiman Amby.(Foto: Ist)

KUANSING - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. Trian Zulhadi, optimis angka stunting akan turun menjadi satu digit di tahun 2024 ini, dibandingkan pada tahun 2023 lalu. Di mana tahun 2023 lalu angka stunting di Kuansing pada level dua digit, yakni 11 persen.

Ha ini ini sesuai target pencanangan intervensi serentak penurunan angka stunting Provinsi Riau tahun 2024 yang dibuka oleh Pj Gubernur Riau SF Hariyanto pada Kamis (13/06/2024).

Hal tersebut dikatakan kadis usai menghadiri kegiatan Pencanangan Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak untuk penanganan Stunting di Posyandu Desa Sitorajo Kari.

Dr. Trian menjelaskan, persoalan stunting harus melibatkan semua elemen masyarakat dengan langkah dan komitmen bersama untuk bersatu padu, berkolaborasi dan berinovasi supaya angka stunting di Kuansing bisa menurun sesuai target yang ditetapkan.

Sasaran pelaksanaan program ini adalah ibu hamil, bayi, balita dan calon pengantin (catin). Sedangkan tujuan dari gerakan serentak ini adalah meningkatkan cakupan kunjungan sasaran ke posyandu untuk melakukan deteksi dini masalah gizi yang dilanjutkan dengan edukasi terkait pencegahan stunting.

Selain itu juga melakukan tindakan intervensi kepada sasaran yang mengalami masalah gizi berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan di puskesmas.

Di Kuansing berdasarkan data sasaran penanganan angka stunting 2024, untuk jumlah sasaran balita sebanyak 22.963 orang. Bayi baru lahir 5.877 orang, ibu hamil 6.157 orang, calon pengantin 1.240 orang, jumlah sasaran keluarga yang beresiko stunting sebanyak 13.086 orang.

Dengan Gerakan Serentak Pencegahan Stunting ini, pemerintah berharap akan terjadi penurunan signifikan dalam angka prevalensi stunting dan mencapai target penurunan hingga satu digit atau 9 persen pada 2024.

Gerakan ini diharapkan juga membantu menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat dan cerdas menyongsong visi Indonesia Emas 2045.Gerakan pengukuran dan intervensi serentak dilakukan melalui gerakan lintas sektoral.

Sejauh ini Pemkab Kuansing di bawah kepemimpinan Bupati dr. Suhardiman Amby sangat peduli terhadap masalah stunting. Bupati punya konsep tersendiri keluarga stunting ini akan dibangunkan rumah yang layak oleh dinas Perkim, dibuatkan fasilitas sanitasi dan air bersih oleh PUPR,

Selain itu juga diberi modal usaha UMKM dari CSR Perbankan atau perusahaan karena stunting ini melibatkan seluruh stake holder.

Dinas Perikanan dan Tanaman Pangan menjamin ketersediaan nutrisinya, gizi dan protein serta bahan pangan supaya cukup gizinya. Nah kalau bayinya sudah sehat maka generasi Kuansing kedepanya pasti akan lahir generasi cerdas kalau generasi sudah cerdas maka ekonominya otomatis meningkat, sebab kesehatan dan ekonomi ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan kalau ekonomi meningkat maka kesehatan juga akan meningkat tutup Dr Trian Jebolan Doktor Ekonomi UNPAD dan juga saat ini menjabat Ketua Asosiasi Magister Ekonomi Syariah se Indonesia ini.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini