Warga Resah Kasus DBD Di Inhu Kian Meningkat

Redaksi Redaksi
Warga Resah Kasus DBD Di Inhu Kian Meningkat
int.
DBD

RENGAT, riaueditor.com - Sehubungan dengan banyaknya Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) yang terjadi di Inhu belakangan ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat, karena penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Selain itu DBD juga masuk kedalam Kategori Penyakit menular.

Munculnya beberapa kasus DBD akhir-akhir ini di Kab. Inhu seperti di Kecamatan Rengat serta beberapa Kecamatan lainnya tentu menjadi momok tersendiri bagi masyarakat, sementara belum ada upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan Inhu.

Zamzam (42) salah seorang warga Rengat merasa kesal dengan ulah Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu tersebut, sudah begitu banyak warga yang terserang oleh penyakit mematikan tersebut namun belum juga ada tidakan pencegahan maupun pemberantasan yang dilakukan oleh Diskes Inhu.

“Apa harus menunggu jatuh korban lebih banyak dulu baru Diskes Inhu akan melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit DBD ini, sementara sudah banyak masyarakat yang harus dilarikan ke berbagai Rumah Sakit di Pekanbaru akibat DBD dan bahkan ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Kita menilai Kinerja Dinas Kesehatan Inhu sangat lamban dalam menanggulangi berbagai penyakit di Inhu, termasuk DBD, katanya lagi.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Evi Irma Junita Skm, Mkes selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Inhu melalui selulernya Senin (9/12) membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari berbagai Puskesmas yang ada tentang adanya penularan DBD di beberapa Kecamatan.

Dari Bulan Januari hingga Bulan Oktober 2013 sudah ada 45 Kasus DBD di Inhu yang tersebar di 4 (empat) Kecamatan yaitu Kecamatan Rengat, Rengat Barat, Siberida dan Pasir Penyu, satu diantaranya meninggal Dunia yaitu yang berasal dari Kecamatan Siberida, jelasnya.

Namun pihaknya belum mendapatkan data terakhir hingga Desember ini berapa kasus DBD yang terjadi di Inhu. Dirinya berharap peran serta masyarakat dalam menanggulangi penyakit DBD ini, karena kalau hanya Diskes tidak akan mampu menanggulangi penyebaran DBD di masyarakat, terangnya.

Dirinya juga mengakui bahwa banyak masyarakat yang meminta agar dilakukan Fogging guna mengantisipasi penyebaran nyamuk DBD ini, hal tersebut tidak salah, namun hal ini tidak dapat kita lakukan jika tidak ada kasus, karena resiko Fogging ini sangat besar terhadap masyarakat.

‘Fogging ini merupakan racun nyamuk, jadi dengan dilakukan Fogging itu sama artinya terjadi pencemaran lingkungan, kita khawatir udara akan menjadi tercemar dengan seringnya dilakukan Fogging,” jelasnya.

Untuk itu kita harapkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyebaran Penyakit Demam berdarah dengan melakukan berbagai Kegiatan pembersihan lingkungan sekitarnya, pungkasnya. (Al)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini