Pelalawan Urutan ke 5 Kasus HIV/AIDS se Riau Tahun 2015

Redaksi Redaksi
Pelalawan Urutan ke 5 Kasus HIV/AIDS  se Riau Tahun 2015
ilustrasi
PELALAWAN, riaueditor.com - Berbagai upaya guna mencegah penyebaran virus Human Immunodeficiency (HIV) dan penularan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) terus dilakukan Pemkab Pelalawan melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pelalawan.

"Ya kemaren 1 Desember 2015 dalam memperingati hari HIV/AIDS sedunia, Dinkes bersama salah satu perusahaan melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya penyuluhan, pemberian bunga bagi masyarakat dan pembubuhan tandatangan peduli HIV/AIDS dan kegiatan lainnya. Selain itu kegiatan rutin mendatangi sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok resiko tinggi guna memberikan sosialisasi terkait bahayanya penyakit HIV/AIDS. Karena itu, salah satu upaya pihaknya adalah jika tak bisa diobati maka lebih baik mencegah," terang Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pelalawan, Asril SKM. Kepada riaueditor, Rabu (2/12/2015).

Dikatakan Asril,jika tahun lalu Kabupaten Pelalawan berada di urutan ke 4, namun tahun ini turun satu tingkat diurutan ke 5. "Kita Terus berupaya menekan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pelalawan dengan sejumlah program dan antisipasi," ucapnya.

Dilanjutkan Asril, di tahun 2015 ini, untuk di Kabupaten Pelalawan terdapat 155 orang yang terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah tersebut, 56 diantaranya sudah dipastikan menderita penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

"Dan 25 diantaranya yang terkena penyakit AIDS itu sudah meninggal. Tapi jika kita bertanya berapa jumlah penderita virus HIV di daerah ini ya 155 itu," ungkapnya.

Asril menjelaskan bahwa AIDS sendiri merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV. Sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus
merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia.

"Jadi orang yang sudah terkena virus HIV bisa dipastikan dia akan menderita ADIS. Namun untuk kasus HIV/AIDS, biasanya kecenderungannya tiap tahun meningkat. Pasalnya, kasus penderita HIV/AIDS fenomena yang terjadi adalah fenomena gunung es. Artinya, hanya bagian atasnya saja yang tampak namun jika kita tak menggali ke dalam maka tak ditemukan jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya," ujarnya.

Persoalannya, lanjutnya, kasus penderita HIV/AIDS ini pihaknya tak bisa memaksa seseorang untuk memeriksakan diri atau tes darah. Karena hal ini biasanya kesadaran sendiri untuk melakukan cek-up atau general cek-up. Dan biasanya, ketika seseorang melakukan tes darah atau general cek-up, baru ditemukan indikasi terkena virus HIV.

"Dan lagi, etikanya kita memang tak bisa mengekspose nama penderita jika seseorang telah dinyatakan terkena virus HIV," katanya. (zul)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini