Fakta Ilmiah Larangan Meniup Makanan Sesuai Hadits & Sains

Redaksi Redaksi
Fakta Ilmiah Larangan Meniup Makanan Sesuai Hadits & Sains
Foto: Istimewa

JAKARTA - Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains, bertemunya H2O (air) dengan karbondioksida atau CO2 yang dikeluarkan dari mulut manusia akan menghasilkan asam karbonat. 

Diambil dari berbagai sumber, asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak meniup minuman atau makanan panas

Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darah. Normalnya, darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi asidosis. 

Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, disertai napas yang lebih cepat. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung. 

Tidak hanya itu, ada mikroorganisme dan kotoran yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran yang tidak terlihat mata bisa berpindah dari mulut seseorang ke makanan atau minuman. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila kalian minum, janganlah bernapas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan". (HR. Bukhari 153). 

Pada hadits lainnya, disebutkan larangan bernapas di dalam gelas atau meniup isi gelas. Hal ini sudah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekira 14 abad yang lalu, yang kemudian dibuktikan melalui penelitian sains modern saat ini.

(ahl/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini