Ilustrasi: Pelbagai aktivitas yang merangsang kerja otak bisa membantu tumbuhnya sel-sel baru, sehingga otak pun jadi awet muda. Beberapa kegiatan di antaranya membaca, melukis juga menyelesaikan puzzle. (Foto: wendybuiter/Pixabay)2. Aktivitas fisik
Dikutip dari Harvard Medical School, studi menunjukkan olahraga dapat membantu menenangkan pikiran dan otak. Orang yang berolahraga secara teratur meningkatkan jumlah pembuluh darah kecil yang membawa darah kaya oksigen ke otak.
Olahraga juga memacu perkembangan sel-sel saraf baru dan meningkatkan koneksi antara sel-sel otak. Hal ini membuat kinerja otak lebih baik. Olahraga juga menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan mengurangi tekanan mental, yang semuanya baik untuk otak.
3. Pola makan yang sehat
Nutrisi yang baik dapat menjaga pikiran dan tubuh. Konsumsi makanan kaya nutrisi seperti tinggi serat dan vitamin dan protein. Hindari pula makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak karena buruk untuk otak.
4. Menjaga tekanan darah
Tekanan darah yang tinggi meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif. Jaga tekanan darah tetap normal dengan berolahraga teratur, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta tidak stres.
5. Menjaga kadar gula darah
Kadar gula darah yang tinggi dan diabetes merupakan faktor risiko demensia, penyakit otak. Itu sebab, penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal untuk menjaga otak tetap sehat dan awet muda.
6. Menjaga emosi
Emosi punya peran penting pada fungsi otak. Orang yang gelisah, tertekan, kurang tidur, dan kelelahan cenderung memiliki fungsi kognitif yang buruk.
Sebaliknya, orang yang dapat mengatur emosi dengan baik memiliki fungsi otak yang lebih baik.
7. Banyak bergaul
Studi menunjukkan ikatan sosial yang baik dengan orang lain dapat menjaga otak tetap sehat dan awet muda. Memiliki pergaulan yang sehat dan menyenangkan juga menurunkan risiko demensia.
(CNNIndonesia.com)