10 Fakta Varian Covid-19 B.1.1.529 di Afrika Selatan, Punya Mutasi Tinggi

Redaksi Redaksi
10 Fakta Varian Covid-19 B.1.1.529 di Afrika Selatan, Punya Mutasi Tinggi
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

JAKARTA - Varian COVID-19 kembali bertambah. Kali ini varian baru ditemukan di Afrika Selatan. Varian COVID-19 yang dinamai B.1.1.529 ini menjadi perhatian dunia karena mutasinya yang tinggi. Sejumlah negara seperti Inggris dan Singapura mulai melakukan antisipasi untuk mencegah masuknya virus ini.

Munculnya Varian B.1.1.529 menimbulkan sejumlah kekhawatiran para ilmuwan. Ini karena jumlah mutasi dari varian ini jauh lebih banyak dibanding varian COVID-19 lain. Ini membuat varian B.1.1.529 dianggap sebagai varian yang berpotensi berbahaya dari varian yang sudah ada sebelumnya.

Selain di Afrika Selatan, varian ini juga sudah dideteksi di Hong Kong. Departemen Kesehatan Hong Kong melaporkan ada dua warganya yang terdeteksi varian B.1.1.529. Kasus di Hong Kong terjadi pada orang yang baru saja datang dari Afrika Selatan.

Seperti apa sebenarnya varian B.1.1.529? Berikut 10 fakta tentang varian B.1.1.529 yang muncul di Afrika Selatan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(26/11/2021).

Fakta varian B.1.1.529

Pertama ditemukan di Afrika Selatan

Varian COVID-19 B.1.1.529 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Strain telah menyebar ke negara-negara terdekat, termasuk Botswana. Di sini ditemukan kasus di mana orang yang divaksinasi penuh telah terinfeksi. Di Afrika Selatan lebih dari 100 kasus telah dikaitkan dengan varian ini, dengan empat lagi di Botswana.

Ditemukan di Hong Kong

Menurut BBC, total ada 77 kasus yang sepenuhnya dikonfirmasi di provinsi Gauteng di Afrika Selatan, dan empat kasus di Botswana. Varian ini juga ditemukan di Hong Kong.

Departemen Kesehatan Hong Kong melaporkan telah mendetaksi kasus Varian COVID-19 B.1.1.529 pada Kamis (25/11/2021). Kasus ini menjangkit seorang pasien yang baru bepergian dari Afrika Selatan. Selang beberapa hari kemudian, satu kasus kembali ditemukan pada seorang tami di sebuah hotel di Hong Kong.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini