Foto: NASA/Ames Research Center/Daniel Rutter"Data yang dikumpulkan oleh misi seperti Keppler dan Satelit Survei Transit Exoplanet kami (TESS) akan terus menghasilkan penemuan luar biasa ketika komunitas sains memperbaiki kemampuannya untuk mencari planet yang menjanjikan tahun demi tahun," tambahnya.
Menurut Zurbuchen, masih banyak yang tidak diketahui tentang Kepler-1649c, termasuk atmosfernya. Perhitungan yang ditinjau dari ukuran bisa saja terjadi kesalahan karena objek yang diteliti begitu jauh.Tetapi berdasarkan apa yang diketahui, Kepler-1649c sangat menarik bagi para ilmuwan yang mencari dunia dengan kondisi yang berpotensi layak huni.
"Dari semua planet yang diberi label salah, yang satu ini [kepler-1649c] sangat menarik. Bukan hanya karena berada di zona layak huni dan seukuran Bumi, tetapi karena bagaimana ia dapat berinteraksi dengan planet tetangga," kata Andrew Vanderburg, seorang peneliti dari University of Texas.
"Jika kita tidak melihat pekerjaan algoritma dengan sungguh-sungguh, kita akan melewatkannya," ujarnya.
(CNBCIndonesia.com)