Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat di Amerika Serikat, Pemerintah Setempat Perluas Kapasitas Pengujian

Redaksi Redaksi
Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat di Amerika Serikat, Pemerintah Setempat Perluas Kapasitas Pengujian
ilustrasi

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan perluasan kapasitas pengujian cacar monyet ke lima perusahaan laboratorium, di tengah meningkatnya kasus infeksi di Amerika Serikat.

Hingga Selasa, ada 142 kasus cacar monyet yang dilaporkan di Amerika Serikat di 24 negara bagian dan Washington, D.C. Kasus pertama di Negeri Paman Sam dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 17 Mei 2022.

"Semua orang Amerika harus peduli dengan kasus cacar monyet. Syukurlah saat ini kami memiliki alat untuk memerangi dan mengobati kasus di Amerika," ujar Menteri Kesehatan dan Layanan Masyaarakat Xavier Becerra, melansir Reuters 23 Juni 2022.

"Dengan secara dramatis memperluas jumlah lokasi pengujian di seluruh negeri, kami memungkinkan siapa saja yang perlu diuji untuk melakukannya," sambungnya.

Diketahui, CDC mulai mengirimkan tes cacar monyet ke lima perusahaan: Aegis Science, Labcorp, Mayo Clinic Laboratories, Quest Diagnostics dan Sonic Healthcare, sebut Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat (HHS).

HHS mengatakan, penyedia layanan kesehatan akan dapat menggunakan laboratorium ini pada awal Juli.

Laboratorium komersial "akan secara dramatis memperluas kapasitas pengujian secara nasional dan membuat pengujian lebih nyaman dan dapat diakses oleh pasien dan penyedia layanan kesehatan," kata HHS.

Diketahui, lebih dari 40 negara di mana cacar monyet tidak endemik telah melaporkan wabah penyakit virus, dengan kasus yang dikonfirmasi melebihi 3.000. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan pada hari ini, apakah akan menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Cacar monyet, yang menyebar melalui kontak dekat dan pertama kali ditemukan pada monyet, sebagian besar terjadi di Afrika barat dan tengah dan hanya kadang-kadang menyebar di tempat lain.

(VOI)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini