Wikileaks Klaim Bocorkan 276.394 Dokumen Terbaru Sony Pictures

Redaksi Redaksi
Wikileaks Klaim Bocorkan 276.394 Dokumen Terbaru Sony Pictures
(foto : Thestreet)
Foto Ilustrasi
SEOUL - Sony Pictures pernah mendapatkan serangan Hacker yang menamakan dirinya sebagai GOP (Guardian of Peace) tahun lalu. Melalui aksi itu peretas berhasil mengambil beberapa dokumen penting yang dimiliki perusahaan serta membocorkannya ke publik.

Mengutip informasi terbaru yang dilaporkan Bangkokpost, Jumat (19/6/2015) laman Wikileaks mengklaim telah merilis ratusan ribu dokumen terbaru dari Sony Pictures yang berasal dari aksi peretasan tersebut. Jumlah totalnya mencapai 276.394 dokumen.

Sebelumnya dikabarkan, Wikileaks juga mengatakan telah menambahkan sekira 30 ribu dokumen terbaru miliki Sony Pictures pada April lalu. Informasi ini diberitakan sendiri oleh situs pembocor informasi rahasia tersebut, melalui kicauannya di Twitter. "Sony Files Part 2 -- 276,394 more docs," demikian bunyi kicauan tersebut seperti dikutip Bangkokpost.

Wikileaks juga mengatakan, dokumen-dokumen tersebut menarik perhatian publik, sebab Sony Pictures merupakan salah satu perusahaan besar di dunia yang berpengaruh, dan juga memiliki kedekatan dengan gedung putih. Kebocoran ini bisa berdampak pada kebijakan hukum dan hubungan militer antar kedua negara.

Seperti diketahui, Sony pictures merupakan perusahaan yang menjadi target utama serangan hacker pada November 2014. Mereka mendapatkan serangan cyber besar-besaran yang menyebabkan jaringan komputer perusahaan tersebut lumpuh total.

Gedung Putih alias Amerika Serikat, menuduh Korea Utara sebagai dalang dalam aksi tersebut. Tetapi pihak tertuduh membantah sangkaan tersebut.

Pasca diretasnya Sony Pictures beberapa waktu lalu, eksekutif Sony mencoba meyakinkan karyawannya untuk tidak khawatir terhadap masa depan perusahaan. Perusahaan dipastikan akan memulihkan keadaaan setelah terjadinya serangan cyber masif yang membocorkan email internal dan data penting karyawan.

Sony sendiri diinformasikan menderita kerugian yang sangat besar akibat peristiwa tersebut. Nilainya mencapai USD100 juta dolar.


(amr/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini