Perempuan Pekerja Kebun Binatang Tewas Diterkam Singa

Redaksi Redaksi
Perempuan Pekerja Kebun Binatang Tewas Diterkam Singa
(Foto: Istimewa)
Singa

LOS ANGELES - Seorang perempuan pekerja Taman Margasatwa di North Carolina, Amerika Serikat, tewas setelah ditekam seekor singa penghuni Kebun Binatang tersebut. Korban yang bernama Alexandra Black itu ternyata baru bekerja sekira dua pekan di Kebun Binatang itu.

Conservators Center di Caswell County mengatakan serangan itu terjadi saat seekor singa kabur dari kandangnya saat pembersihan rutin. Pihak keluarga juga mengatakan korban merupakan sosok penyayang binatang dan meninggal karena mengikuti hasratnya.

"Ini adalah magang keempatnya, karena dia benar-benar ingin berkarier untuk bekerja di dunia hewan," ujar keluarganya dalam sebuah pernyataan.

"Dia adalah seorang perempuan muda cantik yang baru saja memulai karirnya, ada dia mengalami kecelakaan yang mengerikan, dan kami berduka," tambahnya.

Alexandra Black baru saja lulus dari Universitas Indiana dengan gelar di bidang perilaku hewan. Perempuan berusia 22 tahun ini telah berulangkali menjadi relawan di dunia hewan, termasuk serigala.

Keluarganya mengatakan Black mulai bekerja di taman margasatwa - didirikan pada 1999 - semenjak 10 hari lalu. Menurut situs resminya, fasilitas margasatwa itu menampung 80 binatang, termasuk 15 ekor singa.

Dalam pernyataan resmi yang dimuat di akun Facebooknya, pimpinan Conservators Centre mengatakan mereka "Sedih luar biasa akibat kejadian yang dialami Black".

Taman margasatwa mengatakan pembersihan kandang singa itu diawasi oleh penjaga yang terlatih secara profesional, dan mengatakan masih "tidak jelas" bagaimana singa itu dapat melarikan diri.

Pernyataan ini juga mengkonfirmasi bahwa hewan itu akhirnya ditembak dan dibunuh di tempat kejadian setelah upaya menenangkannya, serta mengambil tubuh Black, mengalami kegagalan.

Identitas singa belum dikonfirmasi, tetapi sejumlah laporan menyebutkan singa jantan itu bernama Matthai, yang tidak lagi terdaftar di situs resmi taman margasatwa tersebut.

"Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya," kata Direktur eksekutif Conservators Centre, Mindy Stinner, dalam jumpa pers hari Minggu.

"Kami telah kehilangan seseorang. Kami telah kehilangan seekor binatang. Kami telah kehilangan secuil kepercayaan pada diri kita sendiri hari ini."

9Taman margasatwa itu tetap ditutup untuk umum sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata pimpinannya

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini