- BBCOtoritas Australia mengatakan kebijakan itu diperlukan untuk mencegah perjalanan berbahaya melalui laut untuk mencapai negara itu.
Alih-alih tiba di Australia, tempat dia berharap memulai kehidupan baru, Boochani dipindahkan ke Pulau Manus.
"Saya tidak ingin masuk penjara di Iran sehingga saya pergi dan ketika saya sampai di Australia, mereka malah menempatkan saya di penjara ini selama bertahun-tahun," katanya kepada BBC pada Januari 2019.
Tidak dapat hengkang dari pulau kecil itu, Boochani menjadi terkenal, setelah dia mencatat dan menceritakan kehidupan sesama pencari suaka dan menerbitkan buku berjudul No Friend But the Mountains: Writing from Manus Prison (Tak Ada Teman, kecuali Gunung: Kisah dari Penjara Manus), pada 2018.
Buku yang ditulis Boochani itu disusun berdasarkan rangkaian pesan singkat ponsel yang dikirimkannya dari penjara, dan akhirnya meraih penghargaan Victorian Prize for Literature 2019.
Boochani pun berhak atas hadiah sebesar AUS$100.000 atau sekitar Rp1 miliar.
Dan lebih dari itu, buku tersebut terbukti menjadi tiketnya untuk keluar dari pulau Manus. Pemerintah Selandia Baru memberinya visa selama sebulan sehingga dia dapat menghadiri festival sastra pada akhir November.
Ini adalah pertama kalinya dia diizinkan meninggalkan PNG sejak Agustus 2013.
Dari Selandia Baru, dia akan melanjutkan perjalanan ke AS, di mana upayanya mendapatkan suaka telah diterima, sebagai bagian kesepakatan untuk memukimkan kembali pengungsi dari dua pusat penahanan di lepas pantai Australia.
Apabila upayanya sekarang ditolak karena kedatangannya di Selandia Baru, dia mengatakan akan mencari opsi lainnya.
"Saya tidak akan pernah kembali ke tempat itu," katanya kepada Guardian, surat kabar Inggris yang melaporkan tulisan-tulisannya selama bertahun-tahun dari Pulau Manus.

Kebijakan imigrasi Australia terhadap pencari suaka ditentang sebagian penduduknya. - AFP"Saya hanya ingin bebas dari sistem, dari proses. Saya hanya ingin berada di suatu tempat di mana saya dilihat sebagai manusia, bukan hanya angka, dan bukan hanya label `pengungsi`."
Pemerintah Selandia Baru sebelumnya telah menawarkan untuk memukimkan kembali 150 pengungsi dari pusat penahanan di lepas pantai Australia.
Pihak berwenang Australia sejauh ini menolak tawaran itu. Pengungsi yang berada di PNG dan di negara Nauru dapat memilih untuk bermukim kembali di negara-negara tersebut, melamar sejumlah tempat di AS, atau kembali ke negara asal mereka.
Namun, proses penempatan di AS membutuhkan waktu lama dan sementara banyak pencari suaka - seperti Boochani - telah diberikan status pengungsi di PNG, tetapi mereka menolak.
Banyak yang mengatakan kembali ke negara asal bukanlah suatu pilihan.
Boochani mengatakan dia memutuskan meninggalkan Iran karena bermasalah dengan pihak berwenang lantaran profesinya sebagai jurnalis.
(vivanews.com)
Tag: