Penculikan Wartawan Jepang Bisa Picu Bangkitnya Militer Jepang

Redaksi Redaksi
Penculikan Wartawan Jepang Bisa Picu Bangkitnya Militer Jepang
Foto: Xinhua
PM Jepang Shinzo Abe saat bicara di hadapan parlemen.
TOKYO - Jumpei Yasuda (41), menjadi wartawan asal Jepang kesekian yang disandera kelompok pemberontak di Suriah karena ingin meliput di daerah konflik.

Pemerintah Jepang pun diharapkan segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan warga negaranya tersebut. Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, pihak oposisi mengutarakan kekhawatiran bahwa insiden penculikan ini akan memicu Negeri Sakura terlibat dalam konflik internasional, terutama dalam perang melawan ISIS. Demikian yang diwartakan oleh CNN, Jumat (25/12/2015).

Bahkan Parlemen Jepang (Japan's Lower House) telah menyetujui revisi sejarah dalam konstitusi pasifiknya yang melarang Jepang membentuk pasukan militer untuk berperang ke luar negeri sejak kalah dalam Perang Dunia II.

Jumpei, selama ini diketahui aktif dalam media sosial. Namun, posting di akun Twitter-nya berhenti pada 20 Juni 2015. Sekira tanggal itulah, ia diperkirakan menghilang dan melakukan perjalanan memasuki daerah konflik di Suriah.

Sebelumnya, pria yang menjadi wartawan media cetak sejak 1997 itu menghubungi seorang kenalan di Suriah untuk membantunya bertandang liputan kemanusiaan ke negara pimpinan Bashar al Assad. Akhirnya, ia berhasil masuk ke Suriah melalui Turki, tetapi tak lama kemudian ia diculik kelompok teroris Front al Nusra sekira Juli 2015.

Pria paruh baya yang baru menjadi wartawan lepas pada 2003 ini memang dikenal senang meliput ke daerah-daerah rawan konflik. Ia pernah meliput di Irak dan telah beberapa kali disandera sejak saat itu.

Terakhir, pada April 2004, Yasuda dikritik masyarakat Jepang karena sering menyusahkan pemerintahnya dengan bepergian ke lokasi perang di negara lain. Sehingga pemerintah harus beberapa kali menebus dan bernegosiasi dengan kelompok teroris maupun pemberontak demi memulangkan kembali dirinya.

Namun begitu, kejadian baru-baru ini, jelas membuktikan bahwa wartawan yang satu itu tidak jera dan terus saja kembali meliput ke daerah konflik yang menjadi favoritnya.


(emj/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini