Foto: Mahasiswa Hadiri Upacara Penghormatan Chow Tsz-lok, Seorang Mahasiswa yang Meninggal pada Aksi Protes Hong Kong pada Jumat, 8 November 2019 di Hong Kong (REUTERS/Tyrone Siu)"Saya sangat kecewa dengan kematian Chow. Jika kami tidak keluar, banyak orang mungkin akan meregang nyawa di masa depan," kata salah satu mahasiswa Peggy, 18 tahun.
Chen, mahasiswa lain, mengaku sangat sedih dengan situasi ini. "Saya tak bisa menunjukkan senyuman di wajah saya melihat apa yang tengah terjadi," katanya.
Mahasiswa menaburkan bunga pada sebuah dinding sebagai simbol berduka atas kematian Chow. Unjuk rasa juga terjadi di banyak universitas di koloni Inggris itu.
Sementara itu, Pemerintah Hong Kong melalui keterangan resminya mengaku berduka dan kecewa dengan kejadian ini. Pemerintah menjanjikan akan ada investigasi komprehensif terkait kematian Chow.
Protes Hong Kong sudah terjadi selama lima bulan terakhir. Demonstrasi yang awalnya dipicu RUU Ekstradisi, terus menjalar menjadi upaya demokratisasi di China.
Tiap akhir pekan eskalasi kekerasan dalam kerusuhan terus terjadi. Bahkan, demo yang tak kunjung usai menekan ekonomi Hong Kong hingga terjerembab dalam resesi.
(cnbcindonesia.com)