Duh! China Tangkap Wartawan Bloomberg, Ada Apa?

Redaksi Redaksi
Duh! China Tangkap Wartawan Bloomberg, Ada Apa?
Foto: Reuters

JAKARTA - Seorang warga China yang bekerja untuk biro berita Bloomberg di Beijing ditahan oleh otoritas China. Penahanan ini dilakukan dengan alasan yang bersangkutan dicurigai membahayakan keamanan nasional, sebagaimana disampaikan oleh kantor berita tersebut dan kementerian luar negeri China, pada Jumat, (11/12/2020).

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Haze Fan terlihat dikawal dari gedung apartemennya oleh petugas keamanan berpakaian preman pada hari Senin. Tidak berselang lama setelah dia berhubungan dengan salah satu editornya.

"Warga negara China, Ms. Fan telah ditahan oleh Biro Keamanan Nasional Beijing sesuai dengan hukum China yang relevan karena dicurigai terlibat dalam kegiatan kriminal yang membahayakan keamanan nasional," kata kementerian luar negeri China, dikutip dari Reuters, Sabtu, (12/12/2020).

Kementerian Luar Negeri menyebut sedang dilakukan penyelidikan mengenai kasus ini. Pihaknya menyebut hak dari Ms. Fan telah dipastikan sepenuhnya dan keluarganya telah diberi tahu.

Sementara itu, pihak Biro Keamanan Nasional Beijing tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Juru Bicara Bloomberg yang berbasis di New York dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters mengatakan, pihaknya sangat prihatin untuknya. Juga telah secara aktif berbicara dengan pihak berwenang China untuk lebih memahami situasinya.

"Kami terus melakukan segala yang kami bisa untuk mendukungnya sementara kami mencari lebih banyak informasi," paparnya.

Pemimpin redaksi Bloomberg John Micklethwait dan editor senior lainnya mengatakan kepada staf yang berbasis di China bahwa pihak berwenang China telah mengatakan Fan tidak ditahan sehubungan dengan pekerjaannya, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Fan telah berada di Bloomberg sejak 2017 dan sebelumnya bekerja untuk Reuters, serta untuk CNBC, Al Jazeera dan CBS News, menurut profil LinkedIn-nya. China telah mengusir lebih dari selusin jurnalis asing di organisasi media AS tahun ini dengan membatalkan kredensial pers mereka karena hubungannya dengan Washington memburuk.

Pada bulan Agustus, pihak berwenang di Beijing menahan Cheng Lei, seorang warga negara Australia kelahiran China yang bekerja untuk penyiar CGTN milik pemerintah China, karena dicurigai melakukan aktivitas yang membahayakan keamanan nasional.

Pada bulan September, pemerintah Australia membantu dua koresponden asing Australia untuk meninggalkan China setelah mereka diinterogasi oleh kementerian keamanan negara China. Klub Koresponden Asing China (FCCC) di Beijing mengatakan sangat prihatin mengetahui penahanan Fan, dan mencari kejelasan mengapa dia ditahan. 

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini