Di Usia 92 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Dicalonkan Jadi PM Malaysia

Redaksi Redaksi
Di Usia 92 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Dicalonkan Jadi PM Malaysia
(Foto: REUTERS/Lai Seng Sin)
Mahathir

Usia tidak menghambat seseorang untuk berpolitik. Buktinya, di usia yang ke-92 tahun Mahathir Mohamad kembali ditunjuk jadi calon perdana menteri dari kubu oposisi dalam pemilu Agustus mendatang.

Diberitakan Reuters, pada Minggu (7/1), nama Mahathir ditunjuk dalam konvensi aliansi oposisi Pakatan Harapan di Kuala Lumpur. Ditunjuk jadi wakilnya adalah istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail.

Mahathir adalah satu-satunya lawan kuat yang diprediksi mampu menandingi popularitas Perdana Menteri Najib Razak. Selain pernah memimpin Malaysia selama 22 tahun, Mahathir disenangi karena gencar mengkritik Razak yang pemerintahannya dipenuhi tuduhan korupsi.

Kemenangan Mahathir dan Wan Azizah akan jadi pembuka jalan bagi Anwar Ibrahim memimpin Negeri Jiran. Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Pakatan Harapan, Saifuddin Abdullah, keduanya akan memaksa peninjauan kembali kasus sodomi Anwar Ibrahim dan meminta pengampunan Raja Malaysia.

"Jadi Anwar bisa langsung memainkan peranan di pemerintah federal dan diajukan sebagai kandidat perdana menteri kedelapan," kata Saifuddin.

Hubungan Anwar dan Mahathir maju-mundur. Anwar pernah menjadi wakil perdana menteri Mahathir hingga tahun 1990-an, lalu dipenjara karena tuduhan sodomi dan menerima suap.

Pada 2013, partai Anwar memenangi suara populer dalam pemilu. Namun Najib kembali memegang tampuk pimpinan karena partainya, Barisan Nasional, memenangi jumlah kursi di parlemen.

Di tahun itu juga, Anwar kembali dipenjara atas tuduhan sodomi. Berbagai tuduhan sodomi ini dibantah Anwar, mengatakan ini adalah fitnah untuk mendongkelnya dari kursi politik.

Berada di penjara, Anwar terberangus dari dunia politik. Dia baru bisa kembali masuk partai jika mendapatkan ampunan dari raja.

Jika Mahathir menang pemilu, maka dia akan menjadi pemimpin negara tertua di dunia. Pemimpin tertua sebelumnya dipegang oleh Robert Mugabe di Zimbabwe, sebelum dia digulingkan pada November lalu.

kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini