32 Menteri Perhubungan Dunia Kumpul di Bali

Redaksi Redaksi
32 Menteri Perhubungan Dunia Kumpul di Bali
Menteri Perhubungan dan Transportasi dari berbagai negara berkembang di dunia berpose dalam pertemuan di Bali (Raiza Andini/Okezone)
BALI - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ignasius Jonan mengumpulkan sedikitnya 32 menteri perhubungan dan transportasi dari negara-negara berkembang di Benua Asia serta Afrika. Dalam pertemuan selama dua hari di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, mereka akan membahas hubungan kerjasama antarnegara dan pencalonan Indonesia di International Civil Aviation Organization (ICAO).

"Kita kumpulkan 32 menteri transportasi dari seluruh dunia. Kan Indonesia mau mencalonkan menjadi anggota ICAO," terang Menhub Jonan kepada wartawan, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Senin (30/5/2016).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Indonesia pernah mencalonkan diri sebagai anggota dewan ICAO, namun selalu kalah suara dengan negara berkembang lainnya. "(Pada) 2013 nyalon tapi kalah suara sama Malaysia, 2010 juga kalah, 2007 kalah juga, 2004 kalah juga, terakhir 2001 kalah," tambahnya.

Berdasarkan data ICAO, saat ini terdapat 98 anggota dewan ICAO yang telah terdaftar, seperti Malaysia. Dengan masuknya Indonesia dalam keanggotaan ICAO, sangat bermanfaat untuk mengembangkan transportasi penerbangan Tanah Air.

"Manfaatnya, kita bisa ikut rumuskan kebijakan penerbangan dunia," beber Menhub Jonan.

ICAO merupakan salah satu badan PBB yang diprakarsai oleh Chicago Convention pada 1944 dan mengkhususkan kegiatannya di bidang penerbangan.

Guna menjadi anggota dewan ICAO diperlukan beberapa syarat, yakni Indonesia harus melakukan resepsi diplomatik di Den Haag, Belanda, untuk menggalang dukungan dari negara-negara sahabat di Eropa dan Afrika.



(sal/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini