Terkait Kasus Bimtek Fiktif, Hari Ini Kadis ESDM Riau Bakal Diperiksa

Redaksi Redaksi
Terkait Kasus Bimtek Fiktif, Hari Ini Kadis ESDM Riau Bakal Diperiksa
(Foto: RA)
Hadiman, SH MH.

KUANSING -- Setelah memeriksa 16 saksi untuk pendalaman kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Bimtek Pembinaan Bidang Pertambangan dan Akselerasi ke Provinsi Bangka Belitung di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kuantan Singingi, kini pihak Kejari Kuansing akan memeriksa mantan Kadis ESDM Kabupaten Kuansing IAL beserta lima saksi lain.

Pemeriksaan IAL ini dijadwalkan pada Kamis (23/09/2021) pagi ini di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing.

Sebelumnya, pihak Kejari Kuansing sudah menyurati pejabat yang kini duduk sebagai Kadis ESDM Provinsi Riau itu pada Senin kemarin. Tertuang dalam surat bernomor R-69/L.4..18/Fd.1/09/2021 yang ditandatangani oleh Kajari Kuansing, Hadiman, SH.,MH.

"Besok jadwal pemeriksaan yang bersangkutan beserta lima saksi lainnya. Sebelumnya sudah kita surati pada Sekdaprov Riau Senin kemarin. Sejauh ini Kita sudah memeriksa 16 saksi dari mantan pegawai Dinas ESDM Kuansing," ujar Hadiman, Kajari terbaik III se-Indonesia dan Terbaik I se-Riau ini, Rabu (22/09/2021) petang.

Hadiman juga menjelaskan jika pihaknya kembali mendalami kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp500.176.250 ini yang terjadi pada tahun 2014 lalu. Kegiatan bimtek ini terbukti fiktif dengan adanya dua terdakwa ED selaku Bendahara Pengeluaran dan AR selalu PPTK di Dinas ESDM Kuansing dan sudah di vonis bersalah oleh hakim pengadilan.

Masing-masing dijatuhi hukuman 1 tahun penjara. Keduanya sudah diberhentikan sebagai ASN pada tahun 2019 begitu keluarnya kebijakan pemerintah terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh ASN.

Masih menurut Hadiman, IAL pada tahun itu menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Kuansing dan ikut serta dalam kegiatan yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing Tahun 2013-2014 sebesar Rp765.512.700. Itu sesuai BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ED dan AR. Atas dasar fakta persidangan itu, pihaknya kembali melakukan pengembangan kasus untuk menemukan tersangka baru yang dianggap paling bertanggung jawab atas kerugian negara ini.

"Ya biar adil. Harapan masyarakat yang melaporkan itu, karena dua terdakwa cuma bawahan, tentu ada yang lebih bertanggung jawab lagi di atas mereka. Jadi ke depan, semua yang terbukti bersalah, harus juga menerima konsekuensi hukum sesuai dengan kesalahannya,'' tegas Hadiman.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini