Mantan Menpora Imam Nahrawi di sidang perdana kasus dugaan korupsi penerimaan suap penyaluran dana hibah untuk KONI dari Kemenpora di Pengadilan Tipikor. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)Dalam surat dakwaan, Jaksa menyatakan Imam Nahrawi meminta uang kepada Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Tommy Suhartanto.
Pada Januari 2018, Tommy menyampaikan kepada Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Program Satlak Prima Kemenpora untuk menyiapkan Rp1 miliar.
Tommy kemudian meminta Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima Kemenpora RI, Reiki Mamesah, untuk mengambil uang Rp1 miliar. Uang itu berasal dari anggaran program Satlak Prima kepada Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok.
Reiki kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Taufik Hidayat di rumahnya di Jalan Wijaya 3 Nomor 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Uang itu selanjutnya diberikan pada Ulum untuk kemudian diserahkan ke Imam Nahrawi.
Dalam sidang ini, Tommy Suhartanto juga turut dipanggil untuk memberikan keterangan. Ia mengaku juga telah menyerahkan uang sebesar Rp800 juta ke Taufik. Namun, penyataan itu langsung dibantah mantan pebulutangkis Indonesia tersebut.
Uang Rp800 juta itu sebelumnya disebut untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi adik Imam, Syamsul Arifin.
Taufik menegaskan tugasnya di Satlak Prima adalah membuat program, bukan mengurusi keuangan.
"Saya tidak tahu uang Rp800 juta itu dari mana, beliaulah [Tommy] yang tahu masalah keuangan itu," aku Taufik.
"Pak Tommy, uang itu diserahkan ke siapa?" tanya jaksa Budhi merespons.
"Dibawa oleh pak Taufik, banyak juga yang melihat," jawab Tommy.
"Bagaimana pak Taufik bisa dijelaskan?" tanya jaksa Budhi lagi.
"Oh, tidak. Tidak ada itu," jawab Taufik.
"Baik, saya tidak memaksa itu. Nanti dianalisis surat tuntutan kami," kata jaksa Budhi.
Imam Nahrawi sebelumnya didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Perbuatannya ini dilakukan bersama-sama dengan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.
CNNIndonesia.com)