Polres Inhu Kesulitan Buru Empat Rampok Kantor Bupati

Redaksi Redaksi
Polres Inhu Kesulitan Buru Empat Rampok Kantor Bupati
RENGAT, riaueditor.com- Personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Inhu sampai saat ini masih memburu empat orang yang diduga sebagai pelaku perampokan terhadap bendahara pengeluaran pembantu Bagian Humas Setda Inhu Khairiyah Hararitz dan Raja Asmeri senilai Rp 113 juta yang terjadi Jumat (18/7) pekan lalu di Komplek Kantor Bupati Inhu.

Hanya saja, polisi mengakui agak kesulitan mengindentifikasi ciri-ciri pelaku karena CCTV yang ada di Kantor Kas Bank Riau-Kepri, Pematangreba ternyata tidak bisa merekam. Polisi juga belum bisa memastikan apakah pelaku sempat masuk ke dalam kantor Bank Riau-Kepri membuntuti korban.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Inhu, AKBP Aris Prasetyo Indaryanto usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2014, Senin (21/7) di halaman Mapolres Inhu.

"Tim kita sampai saat ini masih di lapangan guna memburu pelaku. Kita juga sudah minta rekaman CCTV dari Bank Riau-Kepri di Pematangreba, tetapi CCTV mereka ternyata tidak bisa merekam," ungkap Kapolres.

Untuk mencari petunjuk lain terkait pelaku perampokan tersebut, polisi saat ini tengah memeriksa CCTV yang ada di Kantor Bupati Inhu. "Sejauh ini belum diketahui apakah pelaku terekam melalui CCTV Kantor Bupati Inhu atau tidak, karena masih dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Kapolres membenarkan pasca perampokan, pelaku yang kabur ke Jalan Lintas Timur menuju arah Pekanbaru sempat dicegat oleh personil Polsek Pematangreba. Hanya saja, empat pelaku yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dan Honda Megapro tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan sempat melepaskan tembakan.

"Personil Polsek Pematangreba kemudian berupaya melakukan pengejaran, namun di daerah Japura kehilangan jejak," ujarnya.

Ditanya apakah pelaku perampokan tersebut terkait dengan kasus pencurian sepeda motor Yamaha Vixion BM 3391 VE menggunakan senpi yang terjadi di Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, Jumat (18/7) dini hari, Kapolres mengaku belum bisa memastikannya.

Kapolres juga belum bisa memastikan apakah pelaku perampokan terhadap bendahara pembantu pengeluaran Bagian Humas Setda Inhu itu ada hubungannya dengan sejumlah aksi perampokan lain di Kabupaten Inhu.

"Kita tidak henti-hentinya mengimbau agar masyarakat ataupun bendahara yang akan mengambil uang dari bank dapat meminta pengawalan polisi. Apalagi menjelang lebaran seperti saat ini, selalu rawan terhadap aksi kejahatan," ungkapnya.

Seperti diketahui, bendahara pengeluaran pembantu Bagian Humas Setda Inhu, Khairiyah Hararitz dan rekannya Raja Asmeri dirampok oleh empat orang menggunakan senpi di depan kantor Bagian Kesra, Komplek Kantor Bupati Inhu, Jumat (18/7) siang.

Akibat perampokan tersebut, uang pembayaran koran dan kerjasama media senilai Rp 113 juta yang baru diambil dari Bank Riau-Kepri Pematangreba raib dibawa pelaku. Bahkan salah seorang pelaku sempat melepaskan tembakan yang mengenai dinding got di depan kantor Bagian Kesra Setda Inhu. Pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya karena saat kejadian suasanya kantor relatif sepi sebab sebagian pegawai laki-laki tengah bersiap melaksanakan shalat Jumat. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini