Polisi Temukan Bendera dan Selebaran ISIS di Pagar Mushala Nurul Jihad Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Polisi Temukan Bendera dan Selebaran ISIS di Pagar Mushala Nurul Jihad Pekanbaru
ist.net
PEKANBARU, Riaueditor.com- Warga Jalan Hangtuah Simpang Proyek Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya mendadak dihebohkan dengan adanya temuan Bendera dan atribut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang di ikatkan dipagar sebuah Musholla Nurul Jihad yang ada di Perumahan Primadona Serumpun, Minggu (31/8) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Atas temuan tersebut, pihak kepolisian Polresta Pekanbaru langsung melakukan penyelidikan mendalam terkait keberadaan Organisasi radikal yang dalam bentuk paham, sikap, perilaku dan perbuatannya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dan yang mengganggu Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan saat dikonfirmasi Riaueditor, Senin (01/9) siang, melalui Waka Polresta AKBP Putut Sugeng Wicaksono menuturkan, bahwa atribut ISIS itu pertama kali ditemukan oleh Armen (38) warga yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang dan tinggal di Jalan Simpang Proyek yang bersama warga setempat lainnya sedang melakukan kegiatan gotong royong bersama.

"Yang menemukan Armen bersama warga yang saat itu sedang melakukan gotong royong dan melaporkannya kepada Ketua RT bernama Sulaiman (38) yang langsung diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Tenayan Raya. Setelah itu kita pun langsung mengamankan bendera tersebut. Beberapa orang saksi juga telah kita mintai keterangan," ujar Putut.

Dikatakan Putut, selain bendera juga ditemukan secarik kertas bertuliskan "ISIS telah dideklarasikan disini, bagi saudaraku yang nanti akan dihubungi oleh ISIS berarti anda telah didata ISIS. Ini ultimatum kami, jika anda disurati, ikuti intruksinya. Dari ISIS Tenayan Raya".

Menanggapi adanya penemuan bendera dan kertas selebaran tersebut, Waka Polres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi atas temuan atribut organisasi ISIS itu.

"Organisasi ini sudah dilarang dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap gerakan radikal ini dan kita berharap kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh," harap AKBP Putut Wicaksono.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini