Pekat Meraja Lela, Kasat Pol PP Kampar Dinilai Masuk Angin

Redaksi Redaksi
Pekat Meraja Lela, Kasat Pol PP Kampar Dinilai Masuk Angin
ilustrasi.net
BANGKINANG, riaueditor.com- Ramadhan tinggal menghitung hari, namun keberadaan warung remang-remang yang ada di kecamatan XIII Koto Kampar dan Tapung tetap meraja lela seakan ada pembiaran.

Salah seorang tokoh Pemuda XIII Koto Kampar yang bermukim di Desa pulau Gadang, A. Yani menuturkan kepada riaueditor.com kegelisahannya terhadap warung remang-remang yang masih buka di sepanjang jalan kawasan PLTA Koto Panjang, siang tutup malam buka bahkan banyak juga yang buka siang hari.

"Warga mulai gerah dengan warung remang-remang ini, apa lagi kita akan segera melaksanakan ibadah puasa, sementara di kampung saya ini masih banyak praktek maksiat, ironisnya lagi Kampar di juluki negeri serambi mekah, tapi untuk memberantas maksiat kesannya tidak berdaya," ujar Yani.

Saya mengharapkan ketegasan dari pihak Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memberantas dan membakar warung remang-remang ini, saya yakin kalau pemerintah Konsisiten, apa lagi dengan lima Pilar Bupati kampar, yaitu pilar pertama, kalau hanya semboyan belaka untuk apa digadang-gadangkan," kata Yani.

Masih menurut Yani, tiga bulan yang lalu Kasat Pol PP Kampar Drs. Syafrudin pernah berjanji akan turun memberantas habis warung remang-remang yang ada di kawasan PLTA Koto Panjang, saat itu ada pertemuan antara tokoh masyarakat, tokoh Pemuda, Camat XIII koto Kampar dan Kasat Pol PP Kampar, namun sampai detik ini apa yang dijanjikan Kasatpol PP itu cuma omong kosong saja. "Barangkali Kasatpol PP Kampar sudah masuk angin ya," tukas Yani.

Dalam pertemuan itu Kasat Pol PP Kampar bejanji secepatnya akan turun menyelesaikan persoalan tersebut, tapi sampai sekarang kami hanya sekedar di janjikan saja, saya menilai Kasat Pol PP Kampar Drs Syafrudin tidak Konsisten dan sangat lemah dalam menjalankan tugasnya, tandas Yani.

Kasat Pol PP Kampar Drs Syafrudin yang dikonfirmasi riaueditor.com via selulernya tentang persoalan Pekat ini sedikit mengelak dan membuat alasan, karena masih sibuk dengan adanya demo-demo mahasiswa dan masyarakat yang ingin menurunkan Bupati Kampar.

"Kita tetap akan turun operasi menjelang puasa ini, kemarenkan kita masih disibukkan dengan demo-demo mahasisiwa dan masyarakat yang ingin menurunkan Bupati Kampar, namun kita akan tetap turun memberantas itu, ditambah kemarin kita turun operasi masalah Galian C," ujar Kasat.(Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini