Party Corby di Bali Bikin Rakyat Emosi

Redaksi Redaksi
Party Corby di Bali Bikin Rakyat Emosi
ABC
Schapelle Leigh Corby
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, menyatakan pembebasan bersyarat bagi Ratu Mariyuana dari Australia, Schapelle Leigh Corby, melukai rasa keadilan masyarakat. Dia mendesak Pemerintah meninjau ulang dan mencabut pembebasan bersyarat Corby. 
"Sejak awal, pembebasan bersyarat Corby melukai rasa keadilan masyarakat. Saya mendesak Pemerintah meninjau ulang dan mencabut pembebasan bersyarat tersebut," kata Henry saat dihubungi Okezone, Rabu (12/2/2014).
 
Apalagi, kata Henry, setelah Corby menghirup udara bebas, masyarakat diberi tontotan gaya hidupnya yang gemar berpesta dan tinggal di hotel mewah dengan biaya Rp10 juta per malam.

"Sekarang rakyat disuruh nonton Corby tinggal di hotel mewah, mereka pesta-pesta, menghasilkan uang dari wawancara televisi. Saya khawatir, ada masyarakat yang merasa tidak suka dengan gaya hidupnya, Corby bisa menjadi sasaran. Akhirnya runyam lagi hubungan Indonesia dengan Australia," ujar Henry.
 
Menurut Henry, akar masalah pembebasan bersyarat Corby ada pada pemerintah sendiri. Menurut Henry, pemerintah lebih mementingkan pembebasan Corby dan di sisi lain senang menyakiti perasaan rakyat.
"Lebih baik dimasukkan kembali ke penjara. Biar aman," ungkap Henry.
 
Henry menambahkan tidak ada landasan hukum yang masuk akal dalam pembebasan Corby. Menurut Henry, hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin, yang mengetahui betul alasan Corby dibebaskan.

"Tanya sama SBY dan Amir Syamsuddin. Tidak ada alasan yang masuk akal membebaskan Corby. Siapa sih Corby?," kata Henry menggugat.
 
(teb/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini