Material Jalan Lintas Bono Banyak Dimanipulasi

Redaksi Redaksi
Material Jalan Lintas Bono Banyak Dimanipulasi
jalan lintas bono

PELALAWAN, riaueditor.com –  Pembangunan jalan lintas Bono di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan menemukan fakta baru. Dari total pembangunan badan jalan hanya berkisar 30 persen saja yang menggunakan pasir bono, selebihnya menggunakan material tanah ataupun pasir bercampur tanah di kiri-kanan badan jalan.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Darlis, salah seorang pemborong subkontraktor dari PT Brantas Ady Praya, kepada sejumlah awak media di Media Center kantor Bupati Pelalawan Jumat (13/12). Menurutnya, pembangunan jalan lintas Bono ini dimenangkan oleh PT Brantas Ady Praya selaku pemborong utama. Namun, dilapangan perusahaan ini mengesubkan kepada kontraktor lain.

Menurut tokoh Pemuda Kecamatan Teluk Meranti ini, untuk satu kilo meternya, pihak PT Brantas melepas  harga kepada pihak subkontraktor, senilai Rp 400 juta."Iya kita tahu, nilai kontrak itu, 1 kilometernya, Rp 1 mliyar kepada kita dilepas Rp 400 juta, ya gimana lagi kitakan, butuh kerja," papar Darlis.

Katanya, awal pekerjaan yang dilakukan, mengacu kepada spesifikasi yang dirujuk oleh PT Brantas, yakni menggunakan pasir bono untuk penimbunan badan jalan. Akan tetapi dipihak lain, PT Brantas juga melakukan pekerjaan badan jalan malah menyedot tanah bercampur pasir diparit kiri-kanan jalan. Tidak itu saja, mereka bahkan melakukan penimbunan badan jalan dengan menggunakan tanah saja.

"Saya merekam pekerjaan yang dilakukan PT Brantas ini. Alasanya, rekaman ini untuk menjadi alat perlawanan kepada mereka. Mereka seenaknya saja,  mengeruk pasir bercampur tanah dikiri kanan parit, sementara kita disuruh mengambil pasir bono di sungai Kampar," tegas Darlis seraya mengatakan rekaman itu membuat orang Brantas mati kutu dan memuluskan pekerjaannya.

Meskipun apa yang dilakukan itu sangat bertolak belakang dengan hati kecilnya, namun Darlis mengaku hal itu tidak terlepas dari pekerjaan yang dilakukan PT Brantas. "Pastilah hati kecil saya, menolak, apalagi jalan ini masyarakat kami yang menikmatinya," ungkap Darlis.(jul)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini