Maling Seng Babak Belur Dihakimi Massa

Redaksi Redaksi
Maling Seng Babak Belur Dihakimi Massa
dm/riaueditor.com
Maling Seng Babak Belur Dihakimi Massa.
PEKANBARU, Riaueditor.com- Dua orang pria, Fernando alias Nando (32) warga Jalan Pangeran Hidayat Gang Abadi dan rekannya Hendri (20) warga Jalan Agus Salim Gang Kardina Kecamatan Pekanbaru Kota ini, menjadi bulan-bulanan massa setelah aksinya mencuri sebelas lembar seng disebuah toko di Jalan Sungai Rokan Kecamatan Lima Puluh diketahui warga, Jumat (23/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, Fernando dan Hendri babak belur dan nyaris tewas dihajar massa.

Menurut keterangan Siti (32), saksi mata yang ditemui Riaueditor, siang itu ia bersama warga lain tengah berada di sekitar lokasi. Tiba-tiba dirinya mendengar suara gaduh dari arah toko milik Ujang yang waktu sedang ditinggal kosong penghuninya. Karena pesaranan, saksi bersama warga lainnya kemudian mendekati lokasi dan melihat kedua pelaku tengah berada diatap toko milik Ujang dan terlihat sedang mempreteli atap.

Karena merasa tidak kenal dengan keduanya, Siti kemudian menghardik sambil menanyakan maksud keduanya berada diatas atap. Namun bukannya menjawab, keduanya justru langsung lompat dan kabur melarikan diri sehingga warga langsung meneriakinya maling. Teriakan warga yang melihat aksi keduanya langsung memancing perhatian warga lain dan langsung menangkapnya serta menghakiminya.

"Kami heran kenapa ada suara ribut diatap toko, padahal orangnya sedang tidak ada. Setelah dilihat ternyata ada orang diatap, sewaktu mau ditanya malah lari jadi langsung dikejar. Disekitar sini belakangan ini memang sering terjadi pencurian, jadi warga yang kesal langsung memukulinya," ujar Saksi.

Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun SIK MIK pada Riaueditor mengatakan, begitu mendapat laporan tersebut anggotanya langsung turun kelokasi untuk mengamankan tersangka dari amukan massa. Dari kedua tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 11 lembar seng yang telah dibuka.

"Keduanya baru berhasil membuka 11 lembar seng dan sudah diketahui warga, saat ini keduanya masih terus diperiksa intensif oleh anggota untuk mengetahui apakah ada keterlibatan dalam aksi pencurian lain. Pasalnya menurut keterangan warga, diwilayah tersebut sering terjadi pencurian terutama pada rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya bekerja," tukas Hariwiyawan.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini