Kasus Penganiayaan Warga Palas, Kabid Humas Polda Riau Sebut Ada Miss Komunikasi

Redaksi Redaksi
Kasus Penganiayaan Warga Palas, Kabid Humas Polda Riau Sebut Ada Miss Komunikasi
AKPB Guntur Aryo Tedjo, Sik Kabid Humas Polda Riau
PEKANBARU, riaueditor.com – Laporan dugaan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Polda Riau berpangkat Kombes ke Propam Poda Riau, Senin (5/10) kemarin, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tedjo SIK.

“Iya benar ada laporan korban Aris Halawa (31), atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TM. Hanya saja tindakan TM kepada korban tersebut, terpaksa dilakukan karena adanya miss komunikasi,” ujarnya sebagaimana dikutip oketimes.com.

Guntur menjelaskan, saat itu TM dkk tengah melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan Sabhara bersama anggota di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebun sawit milik warga setempat, Sidabutar.

Tiba-tiba, korban bersama dua orang lainnya menutup ampang-ampang (portal) pintu masuk sehingga TM Cs tak bisa keluar masuk di lokasi tersebut.

Tak terima dengan sikap korban, TM Cs mencoba mendesak agar portal tersebut dibuka. Namun korban tetap bersikukuh tak membuka dengan alasan harus membayar uang uang ampang-ampang terlebih dahulu kepada korban.                     

Mendengar pernyataan korban, lantas TM Cs mencoba menjelaskan maksud kedatangannya ke lokasi dan meminta secara baik-baik untuk segera membukakan pintu ampang-ampang tersebut.

Korban pun tetap bertahan dan tak bersedia membukakan pintu ampang-ampang seraya mengacungkan senjata tajam kepada TM CS. Alhasil, TM Cs pun berinisiatif mengambil tindakan kepada korban, sehingga terjadi adu mulut dan sedikit adu fisik.

Merasa terancam dan ketakutan, kata Guntur, korban pun melarikan diri dari kejaran TM Cs, dan mengamankan kedua saksi korban yang ikut pada kejadian tersebut ke Mapolda Riau.       

"Tapi saat ini kedua saksi sudah kita pulangkan, sedangkan korban inisiaal AR kita tahan sekarang. Hal ini kita lakukan karena korban telah berani melawan petugas dengan mengacungkan senjata tajam kepada petugas," ucap Guntur.

Diberitakan sebelumnya, Aris Halawa (31), warga Jalan Sejahtera Ujung Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai Pekanbaru, melaporkan oknum polisi berpangkat Kombes ke Propam Polda Riau, Senin (5/10), atas tindakan dugaan penganiayaan dan pemukulan yang ia alami.

Laporan Aris atas tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Perwira Menengah (Pamen) Polda Riau itu, tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/149/X/2015/YANDUAN, tanggal 5 Oktober 2015.

Usai melapor ke Propam, wajah Aris tampak trauma ketika menceritakan peristiwa penganiayaan yang menimpanya dirinya. Ia pun akhirnya buka mulut setelah wartawan mencoba mendesaknya apa sebenarnya yang terjadi, meski wajahnya terlihat pucat pasi.

Ia menceritakan, pada Sabtu (3/10) sekitar pukul  23.00 WIB, tanpa firasat apapun, tiba-tiba puluhan orang tak dikenal (OTK) datang ke tempat mereka. Satu diantaranya ia kenal bernama Kombes Pol TM dan bertugas di Polda Riau.

Tanpa basa basi, OTK yang dikomandoi Kombes TM itu langsung menganiaya dirinya dengan disaksikan isterinya, Lina.

“Saya diancam, dihajar, diangkat kemudian dihempaskan ke tanah. Saya tidak tahu apa salah saya,” ucap Aris Halawa didampingi istrinya Lina usai melapor ke Propam.

Saat ia dipukul sebut Aris, dirinya sempat meminta tolong. Namun, permintaan Aris ini sia-sia saja. Para pelaku dibawah komando TM justru bertindak semakin beringas secara membabi buta.

“Isteri saya menangis histeris minta tolong. Tidak tahan dengan pukulan saya lari ke hutan untuk menyelamatkan diri,”  ujar Aris sedih.

Tak sampai disitu, OTK yang dipimpin Kombes TM ini merusak portal (pintu gerbang) untuk kemudian memaksa masuk kawasan kebun sawit yang mereka jaga. Merasa kurang puas, mereka juga merusak sepeda motor dan mesin genset yang ada di area kebun.

Akibat penganiayaan itu, sejumlah harta milik Aris dan keluarganya raib. Diantaranya, dompet berisi uang, KTP dan senter besar, kata Aris.

Ia mengatakan, setelah peristiwa itu, dua orang adiknya hilang entah kemana.

“Mungkin mereka diculik, karena hingga saat ini tak bisa dihubungi,” ujar Aris menduga-duga.

Pengakuan senada juga diungkapkan isteri Aris Halawa, Lina. Ia mengatakan, kemungkinan jika dirinya tak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bisa jadi suaminya Aris sudah tak ada lagi.

“Mungkin kalau saya tak ada di TKP, suami saya mungkin sudah tak ada lagi. Karena puluhan orang bertindak kasar tidak menusiawi, memukul suami saya sembari berteriak, bunuh, bunuh,” ujar Lina menirukan ucapan salah satu pelaku biadab tersebut.

Ibu rumah tangga ini mengaku, sempat menyaksikan salah seorang dari anggota Kombes TM mengancam dengan menodongkan sejenis senjata api laras panjang kepada suaminya, ucap Lina yang saat peristiwa itu terjadi mengaku panik. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini