Hingga H+5, Terjadi 496 Pelanggaran Selama Operasi Ketupat 2015

Redaksi Redaksi
Hingga H+5, Terjadi 496 Pelanggaran Selama Operasi Ketupat 2015
satlantas pekanbaru
Hingga H+5, Terjadi 496 Pelanggaran Selama Operasi Ketupat 2015.
PEKANBARU, riaueditor.com - Operasi ketupat 2015 telah memasuki H+5, arus mudik yang masuk dan keluar kota Pekanbaru pun di mulai. Jika selama sebelum memasuki hari raya Idul Fitri 1436 H arus lalu lintas di kota Pekanbaru volume kendaraannya meningkat, tidak demikian pada saat setelah hari raya Idul Fitri 1436 H arus lalu lintas untuk di dalam kota terlihat sepi, peningkatan arus lalu lintas justru terjadi di beberapa ruas jalan masuk menuju kota Pekanbaru.

Untuk data pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat 2015 sampai dengan hari ini (22/7/2015) total pelanggaran 496 pelanggaran dengan rincian tilang 266, dan teguran 230. Pelanggaran yang paling banyak di temukan yaitu tidak menggunakan Helm.

Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas selama H-7 terjadi 4 kasus, dengan korban meninggl dunia 1 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 1 orang, kerugian materil Rp. 3.000.000,-. Sedangkan untuk H+5, sampai dengan hari ini kecelakaan lalu lintas berjumlah 4 kasus, dengan korban meninggal dunia 2 orang, luka ringan 5 orang dan kerugian materil berjumlah 11. 400.000,-.

Melihat data diatas kecelakaan lalu lintas terjadi peningkatan pada saat setelah hari H, hal ini disebabkan karena tingginya animo masyarakat yang hendak mudik lebaran baik yang keluar kota maupun datang ke kota Pekanbaru. Total kecelakaan lalu lintas sampai dengan hari ini (22/7/2015) berjumlah 8 kasus, dengan korban meninggal dunia 3 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 6 orang, kerugian materil Rp.14.400.000,- . 

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Zulanda, SIK mengatakan selama operasi ketupat ini kita menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan di Kota Pekanbaru untuk selalu mengutamakan keselamatan diri di jalan raya, karena sesuai data yang kita miliki pelanggaran dan kecelakaan justru meningkat setelah memasuki hari lebaran, pelanggaran yang banyak di temukan selama hari raya Idul Fitri yaitu tidak menggunakan helm SNI hal ini tentu sangat berakibat fatal khususnya bagi pengendara roda dua karena helm berguna untuk melindungi kepala dari benturan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Oleh karena itu besok kita akan melakukan penindakan atau razia kendaraan yang melakukan pelanggaran termasuk yang tidak menggunakan helm. Kita juga mengingatkan kembali bahwa untuk kendaraan mobil beban akan beroperasi kembali oleh karena itu agar berhati hati dalam mendahului kendaraan yang ada di depan, perhatikan ruang dan jarak sebelum mendahului kendaraan yang ada di depan," tukas Zulanda.(rls/satlantaspku)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini