Dugaan Penipuan SPK Bodong, Oknum Depag Inhu Mengaku Dijebak

Redaksi Redaksi
Dugaan Penipuan SPK Bodong, Oknum Depag Inhu Mengaku Dijebak
ilustrasi
Dugaan Penipuan SPK Bodong, Oknum Depag Inhu Mengaku Dijebak.
RENGAT, riaueditor.com- Marlis A.Ma (50) yang dilaporkan salah seorang rekanan ke Polres Inhu dengan LP/11/1/2015/Res Inhu tentang Penipuan dan Pemalsuan Surat Perintah Kerja (SPK) ternyata adalah Pegewai Negeri Sipil (PNS) dijajaran Kantor Departemen Agama Wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Sebagaimana diketahui bahwa yang bersangkutan dilaporkan terkait dugaan tindakan Penipuan dan Pemalsuan Surat yang dilakukannya terhadap Budi Santoso (41)

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Inhu M. Junaidi ketika dijumpai di ruang kerjanya Kamis (29/1) membantah kalau Marlis A.Ma yang dilaporkan sebagai pelaku penipuan dan pemalsuan surat adalah PNS Disporabudsata Inhu.

"Yang bersangkutan adalah PNS di jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kab. Inhu, dan bukan Pegawai Dispora," tegasnya.

Untuk itu saya tegaskan mana mungkin pegawai Kemenag yang merupakan Instansi vertikal menjadi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Disporabudsata Inhu, katanya.

Selain itu pada tahun 2014 kita (Disporabudsata Inhu) tidak ada proyek pengadaan seperti yang dilaporkan dan diberitakan berbagai media massa, yang nilainya mencapai Rp. 180 juta.

Sementara Marlis A. Ma ketika ditemui di kantor Kemenag Inhu Kamis (29/1) mengaku dirinya dijebak oleh Bahar alias Harli yang saat ini melarikan diri, Harli memintanya untuk dibuatkan format Surat Perintah Kerja (SPK) untuk perusahaannya terkait Pekerjaan Pengadaan Peralatan Kantor.

"Sepeserpun saya tidak ikut makan duit tersebut, bahkan duit saya sebesar Rp. 1,5 juta ikut ludes, secara resmi saya sudah meminta maaf kepada Disporabudsata Inhu, dan mereka menerima permohonan maaf dari saya," katanya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini