Dituding Gunakan Ijazah Palsu, Wabup Kuansing Terpilih Lapor Balik Paslon Bupati Kalah ke Polisi

Redaksi Redaksi
Dituding Gunakan Ijazah Palsu, Wabup Kuansing Terpilih Lapor Balik Paslon Bupati Kalah ke Polisi
xxx/riaueditor.com
Halim didampingi Pengacaranya Asep Ruhiat SAG SH MH saat membuat laporan balik

PEKANBARU, riaueditor.com - Dituding gunakan ijazah palsu, Wabup Kuansing terpilih, Halim lalu melaporkan balik pasangan Calon Bupati Kuansing yang kalah, Indra Putra dan Komperensi (IKO) ke Polres Kuansing.

"Kami sudah membuat laporan resmi atas dugaan tindak pidana fitnah yang diduga dilakukan Indra Putra, Komperensi dan temannya bernama Masdar. Karena mereka bertiga yang melaporkan klien saya, Halim. Jadi kita lapor balik ke Polres yang sama," ujar Halim melalui Pengacaranya Asep Ruhiat SAG SH MH pada Riaueditor, Jumat (04/3/2016) melalui selulernya.

Dikatakan Asep, laporan balik Halim kepada lawan politiknya saat Pilkada Kabupaten Kuansing Indra Putra dan Komperensi itu, dilakukan siang tadi usai sholat Jumat.

Aksi saling lapor antar kedua pasangan politisi ini pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menguatkan kemenangan Pasangan Mursini dan wakilnya Halim dalam Pilkada Kabupaten Kuantan Sengingi, pada 9 Desember 2015 lalu.

"‎Mereka menuding klien saya (Halim) menggunakan ijazah palsu. Jadi saat kami buat laporan tadi, kami tunjukkan ijazah asli Halim kepada polisi. Kami tantang mereka yang melaporkan klien saya ini, untuk membuktikan tuduhan mereka," kata pengacara yang hobby mengoleksi batu akik tersebut.

Asep tak ingin berspekulasi, apakah tudingan Paslon bupati Indra Putra dan Komperensi ini terkait ketidakpuasan atas kekalahan saat Pilkada atau ada unsur lain.‎ Indra Putra diketahui merupakan cucu dari Bupati Kuansing saat ini, yakni Sukarmis. 

"Kita serahkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib untuk menyelesaikan kasus fitnah ini hingga ke persidangan," terang Asep.

Tidak hanya itu, lanjut  Asep, pihaknya juga melaporkan tentang pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Teknologi (IT) yang digunakan oleh pasangan calon kalah. Pasalnya, melalui sejumlah media, Indra Putra dan Komperensi menggelar konferensi pers terkait tuduhan itu.

"Kami siap untuk mendatangkan saksi dari pihak yang mengeluarkan ijazah paket C klien kami. Juga bukti-bukti bahwa klien kami memang benar telah menjalani pendidikan sebagaimana mestinya hingga mendapatkan ijazah sesuai aturan," tegas Asep.

Asep juga menjelaskan, sebelumnya Halim pernah bersekolah di SMA Teluk Kuantan. Tapi hanya sampai kelas 3 dan tak tamat. "Itulah sebabnya pada tahun 2010 Pak Halim mengikuti ujian paket C untuk mengambil ijazah itu. Hal ini juga telah kami lakukan klarifikasi kepada teman-teman beliau semasa bersekolah di SMA dulu," ucap Asep.

Untuk menguatkan fakta tersebut, kata Asep, Dinas Pendidikan Lingga dan Pengawas Ujian Paket C juga telah mengeluarkan surat pernyataan bahwa atas nama Njo Jong Liang itu benar-benar telah mengikuti ujian paket C.

Kemudian, soal adanya perubahan nama Njo Jong Liang menjadi Halim saat pendaftaran di KPUD lalu, sudah memiliki surat keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Rengat. "Itu juga tak ada masalah, sebab perpindahan nama Njo Jong Liang ke Halim tersebut sudah merupakan putusan pengadilan," pungkas Asep.

Untuk diketahui, dugaan ijazah palsu Halim ini, berawal temuan Panwaslu Kuansing terhadap pernyataannya pernah bersekolah di salah satu SMA di Teluk Kuantan.

Namun, ketika debat kandidat, Halim meralat pengakuannya dan menyatakan ijazah SMA nya diperoleh dari ujian persamaan atau paket C. Ternyata, penyataan itu dicatat oleh Tim Pemenangan pasangan IKO. Mereka pun menelusuri ijazah paket C milik Halim.

Kecurigaan muncul lantaran Ijazah yang dipakai Halim bernomor seri 31PC0600040 itu, sama dengan ijazah milik Abdullah, seorang warga kelahiran Mentuda, 3 September 1988.‎ yang sama-sama dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. (bot)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini