Aniaya Anak, Ibu Tiri Dipolisikan Suaminya

Redaksi Redaksi
Aniaya Anak, Ibu Tiri Dipolisikan Suaminya
ilustrasi
Aniaya Anak, Ibu Tiri Dipolisikan Suaminya.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Seorang ibu tiri di Jalan Kelapa Sawit Gang Mesjid Alfatah Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai, bernama Elfi Susilawati (23) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Elfi diduga telah menyiksa Rindu Alfriani (10), anak kandung dari suaminya Suparno (30), Jumat (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB, disebuah kedai.

Informasi yang dirangkum Riaueditor di kepolisian, Sabtu (23/5), bermula ketika Suparno menjemput anaknya pulang sekolah di SDN 80 yang tak jauh dari rumahnya menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan, Rindu menceritakan kepada sang ayah, jika dirinya mengalami sakit disekujur badannya akibat dipukuli oleh Elfi, ibu tirinya bernama di sebuah kedai di Jalan Kelapa Sawit Gang Mesjid Alfatah.

Adapun pemukulan yang dilakukan sang ibu tiri kejam itu, sebelum Rindu berangkat ke sekolah dengan menggunakan sutil penyaring minyak makan. Tak puas memukul dengan sutil, sang ibu tiri kemudian menendang perut Rindu bak film kungfu hingga Rindu tersungkur.

Sang ibu yang telah dirasuki setan, kemudian mendatangi Rindu yang menangis kesakitan dan kemudian membenturkan kepala sang anak ke lemari, mengakibatkan kepala sebelah kiri bengkak, kaki sebelah kanan diatas mata kaki dan kanan sebelah kanan luka bergaris akibat pukulan sutil minyak makan.

Kejadian terjadi sewaktu sang ayah pergi kerja dan tidak berada dirumah. Ibu kandung korban sudah meninggal dunia dan kemudian sang ayah menikah kembali dengan ibu tirinya selama 3 tahun dan tinggal serumah dengan Rindu.

Mengetahui anaknya mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Parno tidak terima dengan perlakuan istri tirinya itu. Ia pun langsung melaporkan istrinya ke Mapolresta Pekanbaru.

Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP YE Bambang Dewanto saat dikonfirmasi Riaueditor, membenarkan adanya laporan itu. "Benar, terhadap korban juga telah kita lakukan visum. Kita juga akan panggil saksi-saksi terkait penganiayaan itu karena dilakukan disebuah kedai,"jelas Bambang.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini