21 Hari Ops Simpatik Polres Kampar, Pelanggaran Lalin Meningkat

Redaksi Redaksi
21 Hari Ops Simpatik Polres Kampar, Pelanggaran Lalin Meningkat
vila/riaueditor.com
BANGKINANG, riaueditor.com- Selama 21 hari hasil pelaksanaan Operasi Simpatik (Ops Tik) 2014 di kabupaten Kampar, Satlantas Polres Kampar mencatat pelanggaran lalu lintas meningkat sebesar 15,30 persen dibanding tahun 2013 lalu.

Kasatlantas Polres Kampar, AKP Alex Sandy Siregar SIK MH mengatakan, kenaikan angka pelanggar lalin di wilayah Kabupaten Kampar ini karena masih ada masyarakat Kampar yang belum mengerti akan keselamatan berkendara di jalan raya serta memahami aturan ataupun rambu-rambu lalu lintas.

"Di tahun 2013 tilang berjumlah 116 perkara. Sedangkan di tahun 2014 tilang berjumlah 125 perkara. Sedangkan untuk teguran, di tahun 2013 sebanyak 485 perkara dan di tahun 2014 sebanyak 568 perkara. Untuk total pelanggaran lalin tilang dan teguran selama tahun 2013 berjumlah 601, sedangkan di tahun 2014 berjumlah 693 dengan total persentase sebesar 15,30 persen,"ujar Kasatlantas Kampar, AKP Alex Sandy Siregar SIK MH kepada riaueditor.com di ruang kerjanya.

Pelanggar lalin ini, lanjut AKP Alex, didominasi kendaraan roda dua seperti tidak menggunakan helm sebagai keselamatan di jalan raya, melanggar lampu lintas  serta tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

"Bagi kendaraan roda dua di tahun 2013 yang tidak menggunakan helm sebanyak 13 perkara, di tahun 2014 mencapai angka 45 perkara. Untuk melanggar lalu lintas di tahun 2013 mencapai 15 perkara, di tahun 2014 mencapai 13 perkara. Sedangkan tidak melengkapi surat-surat kendaraan di tahun 2013 mencapai 45 perkara, di tahun 2014 mencapai 30 perkara,"jelasnya.

Ditambahkan Kasatlantas Polres Kampar, di tahun 2013 kendaraan yang terlibat pelanggaran lalin yakni untuk sepeda motor mencapai 86 unit, di tahun 2014 mencapai 92 unit. Mobil penumpang di tahun 2013 mencapai 6 unit, di tahun 2014 mencapai 1 unit. Mobil bus di tahun 2013 mencapai 5 unit, di tahun 2014 mencapai 2 unit. Untuk mobil barang di tahun 2013 mencapai 19 unit, di tahun 2014 mencapai 27 unit. Dan untuk kendaraan khusus di tahun 2013 nihil, di tahun 2014 mencpai 6 unit.

"Untuk korban laka lantas di tahun 2013 sebanyak 2 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat, 12 orang luka ringan dan kerugian materil berjumlah Rp123,5 juta. Di tahun 2014, korban lakalantas untuk meninggal dunia berjumlah 3 orang, luka berat berjumlah 2 orang, luka ringan nihil dan kerugian materil berjumlah Rp7,5 juta," urainya.(vila)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini