“Saya Seperti Latihan Kembali di IPDN”

Inilah Curhat Defril Dibalik Jeruji Besi (1)

Redaksi Redaksi
Inilah Curhat Defril Dibalik Jeruji Besi (1)
Defril didampingi pengacaranya, Darmaji, SH
 WALAU baru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kasus rehab  4 gedung UPTD pada tahun 2011 itu, Defril mengaku banyak hal dan hikmah yang ia petik selama dibalik jeruji besi. Pengakuan mengejutkan itu disampaikannya ketika wartawan berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Cabang Selatpanjang, Sabtu (21/12/13) kemarin.

Defril terlihat santai dengan celana training dan kaos kerah bersendal jepit. Seperti biasanya Defril memang selalu ramah dengan siapa saja. Apa kabar..? sapanya sembari melemparkan senyum.

Baru sehari berada di Lapas Selatpanjang, tampaknya Defril sudah akrab dengan beberapa penghuni lainya. Terlihat beberapa rekannya sibuk mencarikan tikar rumput agar Defril bisa bersila menyantap makan siang yang dibawakan istri tercintanya.

"Sebentar pak saya carikan tikar dulu," ucap rekan sekamarnya, dalam sekejap tikar pun terbentang di salah satu sudut ruang bilyard.

Duduk bersila, sambil menyantap makan siang bersama istri tercinta di ruang lapas seperti ini, suatu hal yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya, namun Defril terlihat lahap dengan ayam rendang dan udang goreng cabe merah masakan istrinya.

Dengan peluh yang mulai terlihat di keningnya, Defril mulai membuka cerita. "Saya mengakui kalau saya salah, tapi saya merasa tidak melakukan tindak pidana korupsi," ungkapnya.

Lanjutnya, "Saya salah karena tidak memeriksa apakah pekerjaan itu selesai sesuai bestek atau tidak, saya menandatangani surat persetujuan sehingga cairlah dana 100%, disilah kelalaian saya. Tapi saya tidak pernah korupsi uang tersebut," imbuhnya.

Kasus itu, lanjut Defril mulai diangkat oleh Cabang Kejaksaan Negeri Bengkalis di Selatpanjang sejak awal Februari oleh Kacabjari sebelumnya yaitu Sony Adhyaksa SH. Sejak itu pula dirinya sudah mempersiapkan diri menerima apapun akibat.

"Ya, saya sudah siap untuk ini sejak tahun 2011. Saya bolak balik dipanggil Jaksa, setiap dipanggil Kejaksaan saya datang, tak sekalipun saya mangkir dan selalu kooperatif. Dan saya yakin Allah itu tidak tidur," ucapnya.

Ketika ditanya apa yang ia rasakan hidup dibalik jeruji besi, pria berkumis ini menjawab dengan santai, "Saya seperti latihan kembali di IPDN. Saya harus tidur dalam satu kamar dengan 3 orang. Itu kamar saya, nomor satu. Diruang 3×4 itu saya tidur dan dalamnya sudah ada WC yang hanya ditutup dengan kain. Segala sesuatunya saya harus lakukan sendiri," ucapnya.

Karena baru satu hari di Lapas, Defril mengakui dirinya belum banyak melakukan aktifitas. Defril menghabiskan waktunya dengan menulis dan membaca. Ia ingin menuliskan apa yang dialami selama ini.

"Sedih pasti saya rasakan, karena pikir saya bisa bebas dari tuduhan ini, oleh karenanya saya ingin luapkan isi hati saya melalui tulisan-tulisan saya. Insya Allah akan saya berikan kepada rekan-rekan media. Dan saya juga membaca buku-buku agama, saya ingin jadi mubaligh, saya ingin melatih logat-logat arab saya," ucap Defril. (Anje/riaueditor.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini