Tradisi Membuat Layang-layang, Makna Mencintai Negeri Ini

Redaksi Redaksi
Tradisi Membuat Layang-layang, Makna Mencintai Negeri Ini
ist.net
Tradisi Membuat Layang-layang, Makna Mencintai Negeri Ini
BENGKALIS, riaueditor.com- Di zaman yang serba canggih ini, keterampilan membuat sesuatu yang berangkat dari nilai luhur masa lalu menjadi sesuatu yang langka. Generasi muda hari ini dimanjakan oleh teknologi, sehingga kreativitas menciptakan karya `menjungjung` identitas pun terasa berkurang. Generasi hari ini, generasi kopi paste (meniru) dan ikut-ikutan, maka tidaklah heran generasi muda di negeri ini seperti kehilangan identitas. Diseragamkan oleh kehendak kebudayaan asing yang menguasai teknologi.

Bagi Endi, berusia 18 tahun, menjaga tradisi merupakan salah satu cara mencintai negeri ini. Dengan menjaga tradisi, mendalami makna-makna sekaligus melestarikan tradisi melalui karya adalah upaya `memberi ruh` pada negeri ini.

Untuk itulah, sampai saat ini Endi terus saja bertahan menciptakan layangan, keahliannya yang ia dapatkan. Dengan menciptakan layang, Endi merasakan kepuasan yang sukar untuk diucapkan.

"Selain saya bisa meneruskan khazanah masa lalu ini, saya juga merasa sangat puas. Membuat layang ini, perlu ketelatenan agar layang yang diciptakan seusai dengan kehendak," ujar Endi.

Endi mengisahkan kesukaran membuat layang-layang pada hari ini, kendalanya utamanya bahan-bahan untuk membuatnya. Seperti bambu dan juga nibung yang berkualitas baik agak sukar dicari. Sebenarnya, kata Endi, kalau mau membuat layang asal-asalan, bisa saja dari bambu dan nibung apa adanya, namun hasilnya tidak bagus.

"Bagi seorang pekerja, mutu karya yang dicipatakan merupakan hal yang paling utama," jelas Endi.

Dalam menghasilkan satu layangan Endi memerlukan waktu 4-5 hari. Dari meraut bambu dan nibung, sampai menempelkan asesoris di kertas layang. "Asik saja membuat layang tu, sampai-sampai tidak tarasa waktunya," ucap Endi.

Endi yang menetap di Bengkalis, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ini, merasakan juga bahwa generasi muda tertarik dengan pembuatan layangan ini. Padahal, sambung Endi, kalau dikelola dengan baik karya-karya layangan ini bisa menghasilkan. Dengan layang ini, bisa dijadikan buah tangan khas dari Bengkalis, tandasnya.(dri)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini