UKUI, riaueditor.com – Masyarakat delapan desa
di Kecamatan Ukui mulai merasakan program Pemkab Pelalawan, yakni
Pelalawan Terang. Program brilian yang digagas oleh Bupati Pelalawan, HM
Harris itu, perlahan mulai berbuah manis. Sebelumnya, masyarakat
bergantung dari listrik PLTD yang mahalnya selangit, kini terang
benderang dari bias listrik PT PLN asal Langgam Power.
Namun, di tengah hingar bingar dan kesibukan PT PLN memberikan arus
api ke masyarakat itu, ada saja ulah nakal dari Biro Instalasi listrik
hingga keterlibatan anggota DPRD Pelalawan bermain proyek listrik PLN
tersebut.
Berdasarkan pengakuan dari sejumlah warga desa Air Hitam, Kecamatan
Ukui, sejumlah Biro instalasi mulai bergentayangan lakukan bujuk rayu
kepada warga agar masuk PLN melalui biro nya. Tak terkecuali, agar aksi
biro-biro lsitrik itu mulus dalam memperdaya masyarakat, oknum DPRD
Pelalawan pasang badan agar proyek sukses.
“Kami masyarakat meminta kepada biro-biro itu agar lampu segera
menyala. Soalnya desa-desa tetangga sekarang ini telah menikmati
penerangan PLN. Kita akui memang bahwa ada oknum DPRD Pelalawan yang
memasukan PLN ini ke desa kami. Namun, terlepas dari urusan politik,
yang kami harapkan adalah PLN ini segera menyala di desa kami,” ungkap
warga Air Hitam, meminta namanya tak di sebutkan.
Hingga saat ini, sambung warga Air Hitam itu, baru tiang PLN yang
terpasang, sementara jaringan PLN hingga meteran (Kwh) entah kapan
terpasang. Sementara desa-desa tetangga telah terang benderang rumahnya
hingga 24 jam.
“Kami harapkan biro yang jelas keberadaannya, jangan sampai karena
kami butuh PLN ini di manfaatkan oleh para biro nakal,” harap warga Air
Hitam.
Tersiar kabar bahwa sejumlah biro instalasi akan melakukan
pemasangan jaringan ke rumah warga desa Air Hitam. Salah satunya biro
Ohmega yang di pimpin oleh Zaini alias Dedek. Namun, berdasarkan track
record biro yang berasal dari Pangkalan Kerinci itu, beberapa waktu yang
lampau pernah melakukan blunder. Ratusan juta uang pelanggan masyarakat
desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, di bawah kabur oleh biro
Ohmega.
Kepala Desa Air Hitam, Tansi Sitorus, tak menampik bahwa sejak tiga
hari belakangan ini, ada biro yang mulai melakukan pengerjaan instalasi
di desanya. Hanya saja, Kades sangat menyayangkan bahwa biro tersebut
sama sekali belum melapor kepadanya.
“Kita akui dari informasi warga, ada biro Ohmega yang telah masuk di
Air Hitam ini, namun hingga kini mereka sama sekali belum melapor ke
pihak desa,” ujar Kades Tansi Sitorus, Selasa (10/12).
Kades menghimbau agar warga diminta waspada terhadap kehadiran para
biro membujuk rayu konsumen untuk memasang jaringan PLN. Karena kondisi
masyarakat yang sangat membutuhkan penerangan ini, bisa saja oknum biro
nakal bermain dan mengeruk keuntungan, sementara masyarakat yang di
rugikan nantinya.(jul)