Tiga Desa Segera Panen Cabe

Redaksi Redaksi
Tiga Desa Segera Panen Cabe
hasbi/riaueditor.com
Camat Tapung Hilir Mulatua (kiri) bersama para petani cabai di ladang cabai Dusun II Rumah Tiga Pencing Desa Kota Garo Kamis (23/1).
BANGKINANG, riaueditor.com - Sepekan lagi, Eko Priono dan 29 rekannya bakal menyusul Turut Budiono menumpuk duit ratusan ribu.  Sebab 60 ribu batang pohon cabai merah yang mereka tanam di Dusun II Rumah Tiga Pencing Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir akhir November tahun lalu, kini siap panen.

Cabai Merah jenis Lado F1 dan Kampung menjadi pilihan mereka. Sementara cabai rawit di sebahagian lahan yang mereka tanam, jenis Sonar dan Bara, juga segera panen.
 
Uniknya, modal untuk membikin ladang cabai seluas itu mereka rogoh dari kocek masing-masing. Padahal, semua petani ini bukan berasal dari kampung yang sama. Tapi dari Pencing, Desa Kota Baru dan Suka Maju.
 
"Kebetulan kami punya lahan di Pencing. Ya ngumpul lah di sini semua," terang Eko yang didaulat menjadi ketua kelompok tani cabai itu. Namanya Kelompok Tani Gotong Royong.
 
Kepala Desa Kota Baru Imam Nawawi saat menemani Camat Tapung Hilir Mulatua, Kades Suka Maju Manap, Kepala UPT Pertanian Peternakan Suhada dan perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura ke ladang cabai merah itu Kamis (23/1) sore, mengatakan, tak semua orang yang ada di kelompok itu petani lama. "Banyak diantara mereka tertarik menanam cabai merah lantaran melihat keberhasilan Turut," kata lelaki yang bakal segera dilantik ini.
 
Kamis sore, Turut baru saja kelar panen ke 15 di lahan cabainya, sekitar 5 kilometer dari ladang cabai milik Eko cs. Ada enam karung masing-masing seberat 50 kilogram keluar dari ladang itu. "Duitnya ini hampir Rp 10 jutaan lah," wajah Turut nampak sumringah.
 
Selama panen kata Turut, dia sudah mengantongi duit lebih dari Rp 100 juta. Padahal duit yang habis untuk ladang cabai 12 ribu batang itu hanya sekitar Rp 30 juta. "Saya minjam duit dari tauke. Saya cicil selama 2,5 tahun. ladang sawit saya seluas 1 hektar jadi agunan," kata alumni Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya angkatan ke-2 tahun lalu ini.

Mulatua mengaku sangat senang dengan kemandirian para petani itu. Lantaran itu pula, dia langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian supaya sama-sama mengawal ladang cabai Eko cs tadi. "Kita sangat berharap hasil para petani ini mendapat hasil yang maksimal nanti," Mulatua berharap.
 
Dinas Pertanian pun langsung turun tangan mengimventarisir apa-apa saja yang dibutuhkan oleh para petani tadi supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. "Pulang dari sini saya akan langsung laporan kepada Pak Kadis soal apa yang ada di kawan ini. Mudah-mudahan, penanganan terhadap apa-apa yang kurang segera bisa kita lakukan," kata Syamsurizal, Kabid yang disuruh Kadis Pertanian Cokroaminoto, turun ke ladang cabai itu.
 
Bupati Kampar Jefry Noer yang mendapat kabar tentang para petani tadi juga tak kalah senangnya. "Kemandirian semacam ini musti segera kita support. Saya minta dinas terkait mengawal para petani itu. Biar mereka bisa menghasilkan hasil yang maksimal," pinta Jefry.(bi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini