Tak Layani Beli Eceran, Disperindag Minta Laporkan Pangkalan LPG Nakal

Redaksi Redaksi
Tak Layani Beli Eceran, Disperindag Minta Laporkan Pangkalan LPG Nakal
ist.net
Tak Layani Beli Eceran, Disperindag Minta Laporkan Pangkalan LPG Nakal
PELALAWAN, riaueditor.com - Beda lagi dengan kasus yang terjadi di Pangkalan LPG desa Lubuk Terap, kecamatan Bandar Petalangan. Masyarakat tidak bisa membeli eceran di pangkalan ini, hanya pedagang partai besar yang bisa diterima oleh pihak pangkalan.

"Barang bongkar malam, pagi habis. Bongkar dimasukkan ke gudang Kumis Gorong-gorong, yang beli pedagang partai besar dari Teluk Meranti, Pulau Muda, Pangkalan Terap, Kuala Panduk dan pedagang partai besar lainnya. Kalau masyarakat setempat beli satu tabung dibilang kosong sama pemilik pangkalan," kata Zulkarnain (35) kepada awak media.

Informasi yang dirangkum riaueditor, Pangkalan di desa Lubuk Terap itu mengantongi Izin untuk memasarkan gas LPG ke Kecamatan Bandar Petalangan dan kecamatan Bunut. Namun kebanyakan warga menyampaikan gas tidak pernah dibongkar di Bunut.

"Izinnya untuk keperluan masyarakat sini, tapi dijual untuk pedagang daerah lain. Kalau masyarakat beli satu-satu tidak diterima, pemilik pangkalan mengaku habis," tukas Zulkarnain.

Sementara Kasi Pengadaan dan Penyaluran Barang, Dinas Perdagangan Kabupaten Pelalawan Kastan mengatakan pihaknya telah meminta kepada seluruh pangkalan untuk membikin merk dan harga sesuai HET yang ditetapkan untuk dipajang depan pangkalan.

"Kalau ada masyarakat yang beli mahal dari pangkalan, lapor langsung ke Disperindag, kita sama-sama datang ke Pangkalan. Kalau terbukti langsung kita segel," kata Kastan.

Disisi lain, Kastan menyatakan kesulitan memberantas pedagang eceran memasarkan Gas LPG 3 kg. Meski pihaknya telah membuat ketentuan pangkalan dilarang jual ke pengecer. "Pengecer itu sulit ditertibkan, pasalnya masyarakat juga butuh pengecer. Apalagi yang tinggalnya jauh dari pangkalan, kadang warga mikir berapa bensin yang harus dikeluarkan untuk ke pangkalan, belum lagi memikirkan waktu lama menuju pangkalan," kata Kastan. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini